Sukses

Lifestyle

Alami Kekerasan Dalam Hubungan, Alice Liveing Jalani Hidup Sehat

Fimela.com, Jakarta 4,3 juta perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan dalam hubungan. Dan selalu mengalami peningkatan. Hal inilah yang membuat sejumlah aktivis dari berbagai organisasi perempuan terus menyuarakan anti kekerasan terhadap perempuan.

Alice Lieving adalah salah satu perempuan yang pernah mengalami kekerasan dalam hubungan. Bahkan sejak ia berumur 16 tahun. Kekerasan dalam hubungan yang membuat hidupnya berubah.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Womenhealthmag.com pada Jumat (6/12/2018), Alice Lieving merupakan salah satu perempuan yang mentas dari kekerasan hubungan. Ia pun mengungkapkan bahwa dirinya berjuang untuk mengakhiri pelecehan dalam rumah tangga.

Butuh waktu lama bagi Alice Lieving untuk menyadari bahwa ia sedang mengalami kekerasan dalam hubungan. Dikarenakan ia masih terlalu belia untuk menyadari apa yang sedang ia alami.

"Ketika saya keluar dari hubungan yang kejam itu, saya butuh beberapa tahun untuk mengakui bahwa hal ini menyebabkan trauma yang sangat besar. Saat itu cara saya mengatasinya adalah beralih ke makanan," ujar Alice Liveing.

Peristiwa kekerasan yang dialami oleh Alice berawal dari ketertarikannya pada seorang pria bernama Charles. Pria ini dinilai begitu perhatian karena ingin tahu di mana Alice dan apa yang dilakukannya. Alice merasa tersanjung ketika Charles menunjukkan kecemburuannya ketika ada orang lain yang mendekatinya.

 

Beralih ke makanan sebagai pelarian

 
 
 
View this post on Instagram

I read an article by @amy_abrahams last week that really struck a chord with me. My holiday read furthered what Amy speaks about too. We as a society have lost sight of what exercise and movement more importantly, truly is for. I'll be the first to hold my hands up and say before CEA and throughout my own journey I used to exercise to 'burn off' a pizza, or to damage control my poor diet. Exercise became a tool to lose weight and that was it. I didn't truly enjoy it, and the gym filled me with dread. And that is what 99% of people (particularly women), IMO see it as. A weight loss tool, something we should do and do do simply to stay in shape. Let me tell you how wrong this is, how damaging this can be, and how I hope my content and my book will go beyond this to help you to see past the media's desire to see exercise as purely a weight loss tool, and redress why we should move our bodies. 1. Exercise makes you feel good. We've all experienced that post workout high that comes from endorphins released during training. 2. Exercise and movement can improve joint lubrication and can help to increase range of motion contributing towards better overall functionality of the body. 3. Exercise and movement can improve bone density and bone health. 4. Exercise can energise you - with improved blood flow and subsequent boost in oxygen and nutrient delivery, exercise can be the perfect way to draw yourself out of a low energy state. 5. Exercise could improve your sex drive. 6. Exercise has been shown to improve or boost cognitive function and productivity. 7. Exercise can be shown to reduce stress. 8. Exercise (very important in the lead up to mental health awareness week) has been shown in multiple studies to be effective in improving or coping with mental health issues. I really could go on and this isn't an exhaustive list, but I don't have enough characters in the caption. My point? A long time ago now I moved past seeing exercise as a should do and changed it to a must do. And when I say exercise I should probably say movement. I move more, in ways that I enjoy and am able to adhere to. Continued below - please read on 🙌🏻👇🏻🙌🏻👇🏻

A post shared by Alice (@aliceliveing) on

Alice hanya berpikir jika apa yang dilakukan Charles adalah bentuk kepedulian seorang pria. Charles menjadi sosok kekasih yang protektif dengan memeriksa ponsel Alice. Hingga akhirnya Alice dipukul oleh Charles karena Alice menggunakan celana pendek ketika Charles hendak bermain bola di musim panas.

Charles pun menyesali perbuatannya dan meminta maaf. Bahkan Charles memberikan banyak Alice hadiah dan mengajak makan malam sebagai permintaan maaf. Namun di kemudian hari, kekerasan itu terjadi lagi. Hal inilah yang membuat Alice selalu merasa ditarik lagi ke dalam hubungan.

Bukan hanya sekedar melakukan kekerasan dan mengendalikan emosi Alice. Charles pun membuat Alice berhenti bersosialisasi dengan teman-temannya. Bahkan dengan keluarganya. Semua perilaku kekerasan yang dialami Alice membuatnya beralih ke makanan hingga membuat bobotnya meningkat drastis.

Menyadari bahwa pelarian ke makanan adalah hal yang salah, Alice Liveing menjalani clean eating. Ia pun didaulat sebagai brand ambassador of Women's Aid yang membuatnya bisa membantu perempuan keluar dari kekerasan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading