Ibu Nggak Boleh Sakit Biar Selalu Bisa #JagainKamu dan Semuanya

Fimela02 Jul 2018, 19:30 WIB

Kadang dalam hidup ini, perempuan punya peran istimewa sebagai seorang penjaga. Meski kadang ujian hidup begitu berat tapi seorang perempuan bisa begitu tangguh menjalaninya. Seperti kisah sahabat Vemale dalam Lomba Menulis #JagainKamu ini. Ada cerita yang begitu menyentuh hati di dalamnya. Lomba menulis kali ini dipersembahkan oleh Softex Daun Sirih, yang selalu #JagainKamu para perempuan Indonesia.

***

Di saat para ibu 'berperang' sesama ibu; lahiran normal vs C-section, ASI vs susu formula, MPASI spoon feeding VS BLW, dll, aku justru 'berperang' dengan diriku sendiri. Sungguh, menjadi seorang yang dipanggil bunda bukan sekadar bertambahnya panggilan diri atau terlahirnya seorang anak manusia dari rahimku. Nyatanya banyak peran yang harus dijalani.
 
Ibu adalah Penjaga Suami
Ketika sebuah tanggung jawab dari ayah kita sudah berpindah pada seorang laki-laki lain yakni suami kita, maka kewajiban utama kita adalah taat padanya. Taat pada suami, mematuhi segala nasihat baiknya, juga menjaga dirinya. Yap, menjadi istri harus pintar jaga suami, baik secara fisik maupun hati.

Menjaga secara fisik, istri selayaknya menyiapkan makanan sehat dan bergizi untuk suami. Menjaga secara hati, istri selayaknya selalu tampil menarik di hadapan suami. Eits, ini bukan berarti tak tampil apa adanya. Tapi ingatlah untuk memberikan penampilan terbaik bagi suami.
 
Ibu adalah Penjaga Anak
Ketika sang buah hati telah terlahir ke dunia, maka bertambahlah amanah. Kemanapun ibu pergi, pikiran tak pernah bisa lepas dari anak. "Anakku sudah makan belum ya?" "Anakku lagi apa ya?" Sebab sudah fitrahnya perempuan sebagai penyayang dan penuh perasaan. Memang benar tugas seorang ibu menjaga anak, tanpa mengesampingkan peran ayah dan terlepas dari ada tidaknya ART (asisten rumah tangga). Mulai dari anak bangun tidur, hingga kembali ke tempat tidur.

Ilustrasi./Copyright unsplash.com/annie spratt
 
Ibu adalah Penjaga Rumah
Pernah dengar istilah homemaker? Eits bukan pembuat rumah. Dalam istilah bahasa Inggris, homemaker adalah ibu rumah tangga. Disebut homemaker karena ibu adalah pengatur urusan rumah, secara fisik maupun harfiah. Apalagi memang fitrah perempuan biasanya gemar kerapian. Maka satu lagi peran ibu, penjaga rumah. Dalaa hal ini bukan berarti seluruh pekerjaan domestik dilimpahkan pada ibu, tapi dibagi-bagi dengan anak dan suami secara proporsional.
 
Ibu adalah Penjaga Keuangan
Kalau di sebuah negara ada Menteri Keuangan, pun dalam sebuah rumah tangga ada istilah penjaga keuangan. Tak lain dan tak bukan adalah ibu. Terlepas ia bekerja ataupun tidak. Biasanya para suami menyerahkan urusan keuangan pada istrinya. Maka dari itu, istri harus pintar-pintar mengatur keuangan. Ingat, hemat bukan berarti pelit.
 
Benang merah dari semuanya, menjadi ibu adalah menjadi penjaga keluarga. Maka menjadi ibu haruslah kuat. Pernah suatu kali saya terserang flu dan demam. Urusan domestik terasa susah terjangkau. Bukan karena suami tak membantu. Ia sangat berperan merawat bayi kami dan juga saya. Tapi tetap, ada perasaan bersalah dalam diri saya. Saya merasa tidak bisa optimal menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. Apakah ibu-ibu sekalian juga merasakan hal yang sama?

Ilustrasi./Copyright unsplash.com/omar prestwich
 
Maka sejak saat itu saya berprinsip 'Ibu dilarang sakit!'. Sebagian orang mungkin berpikir ini terlalu memaksakan kehendak, tapi bukan itu poinnya. Prinsip ini saya bangun semata-mata agar diri saya menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan. Dengan prinsip ini saya mau tak mau harus menjaga kesehatan. Yap, sehat fisik juga sehat mental. Tips sehat ala saya:

- Eat Well
Bukan sekadar waktu makan yakni tiga kali sekali, namun juga gizi pada setiap porsi makan. Karbohidrat, protein nabati/hewani dan sayuran setidaknya harus tersaji dalam satu porsi.

- Be Positive
Ini saya istilahkan juga dengan 'anti stres' karena tak dipungkiri yang namanya wanita, sumber stresnya jauh lebih banyak ketimbang laki-laki. Berpikiran positif juga erat kaitannya dengan berprasangka baik atas apa yang terjadi.

- Keep the Relationship Going Well
Jaga hubungan dengan keluarga, utamanya suami. Sebab bagi saya pribadi, suami adalah support system utama saya. Di pagi dan malam hari kami selalu meluangkan waktu bercerita apa yang akan dan sudah dilakukan. Sederhana saja, juga dibarengi dengan sarapan dan makan malam bersama.

Dan tentunya, bagiku wajib menjaga penampilan fisik luar dalam. Salah satunya dengan menggunakan produk kecantikan dan pembersih seperti Softex Daun Sirih, sebuah inovasi baru untuk para perempuan. Sebagaimana kita ketahui bahwa daun sirih tidak hanya dapat menghilangkan bau, namun juga mampu membunuh bakteri penyebab keputihan, sebuah ‘serangan’ yang kerap dialami para perempuan.
 
Lantas bagaimana kalau pada akhirnya sakit?
 Manusia berusaha, Tuhan menentukan. Saya tidak bilang tips di atas membuat saya selalu sehat, tak terserang sakit sedikitpun. Tapi setidaknya, dengan melakukan hal di atas, kebahagiaan hidup saya jadi meningkat yang berimbas pada terjaganya diri saya. Banyak juga ya yang harus dijaga. Oleh karenanya seorang ibu haruslah sehat, baik fisik, mental maupun spiritual.
 
Mari kita semua dengan bangga akan berkata, "Akulah Bunda Penjaga Keluarga" Ini tips #JagainKamu ala aku, kalau kamu bagaimana?




(vem/nda)