Ikut Campur Mertua Picu Perceraian?

Fimela26 Mei 2015, 23:07 WIB

Di antara teman-teman Anda yang sudah menikah, besar kemungkinannya ada teman yang punya cerita buruk tentang hubungannya dengan sang ibu mertua. Buruknya hubungan yang mereka maksudkan mungkin bukan seperti yang ada di televisi, di mana ibu mertua memusuhi menantunya dan menjelekkannya di depan keluarga lain, termasuk anaknya sendiri.

Nah Ladies, biasanya sih hubungan antara mertua dan menantunya mencakup adanya ikut campur dari pihak mertua dengan keluarga kecil Anda. Anda mungkin akan terkesan didikte dan takut mencari solusi saat ada masalah datang di dalam keluarga Anda. Anda tertekan sehingga menganggap interaksi semacam ini adalah tanda-tanda buruknya hubungan dengan mertua.

Buruknya nih Ladies, hal tersebut kadang menjadi penyebab bercerainya pasangan suami istri, terutama bila sang suami kurang mampu menjadi penengah yang baik yang dapat memberikan pemahaman kepada ke dua belah pihak. Anda pun sekarang mungkin sudah menjadi sedikit anti-mertua karena takut akan berdampak perceraian juga.

Memang bukan hanya sekadar mitos loh, Ladies, sebagaimana langsiran laman Huffingtonspost.com, bahwa hubungan antara mertua dan menantu yang buruk karena adanya ikut campur yang berlebihan dari mertua pada keluarga kecilnya.

Ladies, hal tersebut merupakan hasil dari sebuah penelitian yang dilaksanakan di Inggris pada 2.000 pasangan suami istri dan 800 pasangan di antaranya sudah bercerai. Pada pasangan yang sudah bercerai dihasilkan bahwa 11 persen dari mereka menjawab ikut campur dari mertua yang menyebabkan perceraiannya.

Meski hasil persentasenya tak sesignifikan perselingkuhan, namun Anda wajib khawatir jika sekarang Anda sedang menghadapi mertua yang terlalu ikut campur urusan Anda. Meski dari artikel tersebut tak diulas secara detil jenis intervensi dari mertua, bisa diperkirakan bahwa menantunya lah yang mungkin kurang mampu bertahan pada ‘cobaan’ tersebut sehingga memilih mengorbankan pernikahannya.

Memang perlu diingat nih bahwa bagaimanapun juga pernikahan sudah menjadi pilihan komitmen Anda dan suami. Anda harus sama-sama berjuang memperkokoh pernikahan Anda terlepas rumitnya masalah yang dihadapi, termasuk adanya intervensi mertua.

Salah satu caranya adalah dengan meminta pasangan Anda sebagai keluarga kandungnya menjadi penengah yang bijak. Dilemanya adalah mungkin pihak mertua yang merasa lebih berpengalaman akan merasa lebih benar sedangkan Anda berada di posisi orang yang egois. Wah, Ladies, cukup bersabar dan bertahan deh.

Bila perlu nih Ladies, Anda mungkin ingin untuk tinggal lebih jauh dari jangkauan mertua atau orangtua Anda sendiri. Anda perlu belajar berkeluarga sendiri dan lebih mandiri. Memang akan lebih terbantu jika ada orangtua atau mertua, namun akan lebih baik Anda menikmati masa berdua saja.

Oleh: Kamilah

(vem/ver)