Keberanian Bermimpi Besar Harus Diimbangi dengan Kerja Keras Pantang Menyerah

Endah Wijayanti09 Jan 2019, 11:45 WIB
futsal

Fimela.com, Jakarta Apapun mimpi dan harapanmu tidak seharusnya ada yang menghalanginya karena setiap perempuan itu istimewa. Kita pun pasti punya impian atau target-target yang ingin dicapai di tahun yang baru ini. Seperti kisah Sahabat Fimela ini yang kisahnya ditulis untuk mengikuti Lomba My Goal Matters: Ceritakan Mimpi dan Harapanmu di Tahun yang Baru.

***

Oleh: Keren Hellery - Bekasi

Dari tahun 2016 aku telah membuaat rencana untuk satu sampai empat tahun ke depan. Salah satu mimpiku dari tahun 2016 adalah mengadakan camp futsal putri 4 hari 3 malam. Terasa mustahil memang untuk memwujudkan salah satu mimpiku ini, karena aku hanya pemain profesional biasa yang tidak terlalu terkenal dan pelatih futsal sosial di daerah-daerah kumuh dan rusun marunda. Dari segi SDM dan dana aku merasa ini mimpi yang sangat mustahil, untuk buat camp futsal aku harus memiliki budget minimal Rp80 juta. Dan aku ingin camp ini bisa berjalan di setiap pulau besar Indonesia.

Pada tahun 2017 aku mencoba memulai mengikuti pencarian dana lewat UNIC dan organisasi yang mendukung SDGs, karena aku bergerak di girls empowerment aku berharap aku bisa dapatkan dana, namun aku gagal. Dan hanya mendapatkan penghargaan tanpa bantuan dana. Dan akhirnya aku memutuskan untuk membuat sesi penting yang ada dalam camp dengan dana pribadi dan teman-teman. Sehingga kami berhasil membuat mini turnamen futsal putri sebanyak dua kali pada tahun 2017.

 

futsal 1
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/brandi ibrao

2018 merupakan tahun yang WOW banget. Aku mendapat kesempatan ke Amerika dan kami mendapat kesempatan untuk bisa mengajukan dana hibah sebesar 1000 USD. Kecil untuk beberapa orang tapi menurut aku ini merupakan angka yang lumayan untuk membuat sesuatu. Aku di sini membuatkan 3 program dengan mengunakan 2 nama temanku dan namaku hingga bisa mendapatkan 3000 USD. Program pertama: mini turnamen di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Karawang. Program kedua: mini turnamen di kota Medan (kenapa Medan? Karena banyak cerita yang aku dengar di daerah ini perempuan-perempuannya masih minim kesempatan untuk bisa merasakan atmosfer berbeda di dunia olahraga), dan program ketiga: CAMP futsal.

futsal 2
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/denys nevozhai

Dana memang tidak cukup untuk membuat camp futsal, oleh karena itu kami memangkas camp futsal menjadi 2 hari 2 malam, dan terbatas untuk 40 peserta. Dan event ini berhasil, banyak cerita sukses tercipta dari 3 program yang kami buat. Dan cerita-cerita para peserta yang terlibat membuatku berani bermimpi untuk bisa mendapatkan dana lebih besar, berani bermimpi kalau mini turnamen dan camp futsal bisa dibuat di seluruh daerah yang ada di Indonesia. Karena program yang aku buat bukan sekadar olahraga, tapi aku memakai futsal untuk menyampaikan pesan bahwa ada enam hal yang harus dipelajari dan diketahui setiap perempuan, yaitu self image, self empowerment, relationship, leadership, pendidikan seks, dan pendidikan kesehatan. Setiap anak perempuan pun harus mengetahui kalau mereka itu diciptakan unik dan berharga.

Mimpi aku di tahun 2019 ini banyak dalam hal untuk memajukan futsal putri Indonesia. Salah satunya mini turnamen dan camp futsal girls empowerment bisa dijalankan di setiap provinsi di Indonesia. Tidak mudah memang, tapi aku sedang merencanakan cara agar bisa tercapai, seperti mengajukan proposal dan menyebarkan mimpiku agar diketahui banyak orang dan siapa tahu bisa bersinergi bareng-bareng. Dan terus bangun hubungan dengan para pemain sepakbola dan futsal putri timnas dan profesional. Dan aku percaya apa yang terjadi pada tahun 2017-2018 adalah pemanasan aku untuk bisa membuat program yang lebih baik lagi.