10 Tahun Menjalin Hubungan Tak Kunjung Dipinang, Kuputuskan Mengambil Langkah Ini

Endah Wijayanti09 Jan 2019, 13:48 WIB
pinang

Fimela.com, Jakarta Apapun mimpi dan harapanmu tidak seharusnya ada yang menghalanginya karena setiap perempuan itu istimewa. Kita pun pasti punya impian atau target-target yang ingin dicapai di tahun yang baru ini. Seperti kisah Sahabat Fimela ini yang kisahnya ditulis untuk mengikuti Lomba My Goal Matters: Ceritakan Mimpi dan Harapanmu di Tahun yang Baru.

***

Oleh: Aksara - Jakarta

Gerimis sudah berlalu. Sejak tiga hari lalu kota ini gerimis kecil yang cepat membuat badan kering namun lekas juga membuat sakit kepala. Mendekati menit-menit pergantian tahun aku bersama kekasihku duduk di sebuah alun-alun dari banyak alun-alun di kota ini. Kami hendak menyaksikan malam pergantian tahun yang bertaburan kembang api. Ini adalah pergantian tahun kedelapan kami bersama.

Setiap awal tahun melakukan ritual yang sama menyaksikan kembang api di lapang luas ini. Doaku juga selalu sama, semoga tahun ini aku lekas dipinang kekasihku. Resolusi yang sama setiap tahun ini belum juga aku anulir, karena hubungan yang sudah melewati tahun kesepuluh ini masih juga belum dapat menuntaskan cita-citaku.

pinang 1
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/annie spratt

Tahun 2019 ini aku akan memasuki usia 30. Hal yang tidak jua membuatku menuntut kekasihku untuk menikah adalah kekasihku masih sibuk berusaha mendapatkan gelar Ph.D-nya. Bukan hanya itu sebenarnya, kekasihku tidak kunjung mengenalkan aku ke keluarga besarnya dengan alasan bahwa belum dapat membuatku berhijab sebab keluarganya sangat agamis. Selama sepuluh tahun lebih ini aku menerima alasan itu. Menurutku, dalam hal ini aku juga yang salah karena belum memiliki cita-cita rohani.

Hal-hal ini banyak membuat aku berpikir sebagai perempuan dewasa dan hidup di dunia modern yang masih sarat dengan patriarki yang kental maka aku mulai belajar menjadi strong independent woman. Agar semua cita dan hak-hak sebagai perempuan aku dapatkan. Hal lain yang membuatku tak kunjung meminta untuk dinikahinya adalah aku merasa belum layak menjadi istri. Sebagai anak broken home yang seringkali dianggap akan memiliki keluarga yang tidak utuh seringkali juga mengganggu pikiranku.

pinang 2
Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Aku akan segera meninggalkan masa kelamku tahun 2018, pernah mencoba untuk bunuh diri karena tidak kuasa menahan sedih yang tidak dapat aku jewantahkan. Namun aku harus tetap hidup untuk menjadi tumpuan hidup keluargaku, karena aku menggantikan peran ayah dalam keluarga sejak ayahku meninggalkan rumah untuk menikahi selingkuhannya. Oleh karena itu, aku berusaha untuk tetap waras dan hidup.

Gerimis di kota ini sudah berlalu. Aku masih menanti malam pergantian tahun bersama kekasihku. Aku sejenak memikirkan untuk mengubah resolusi tahun ini. Aku mau berdoa sesuatu yang berbeda tahun ini. Aku harus mengakhiri sesuatu untuk memperbaiki sesuatu yang baru di hari depan. Gemuruh kembang api tahun baru dimulai, aku menggenggam tangan kekasihku.

“Sepertinya aku sudah cukup menemanimu sampai tahun 2018 ini. Aku harus pergi untuk memulai hal baru di tahun baru. Sepertinya aku layak mendapatkan status baru atau mungkin orang baru lagi di tahun 2019 ini,” ujarku kepada kekasihku. Ia berbalik menggenggam tanganku erat dan kemudian melepaskannya.