Nak, Bunda Janji Akan Punya Waktu Lebih Banyak Untukmu

Endah Wijayanti09 Jan 2019, 14:51 WIB
imam 2

Fimela.com, Jakarta Apapun mimpi dan harapanmu tidak seharusnya ada yang menghalanginya karena setiap perempuan itu istimewa. Kita pun pasti punya impian atau target-target yang ingin dicapai di tahun yang baru ini. Seperti kisah Sahabat Fimela ini yang kisahnya ditulis untuk mengikuti Lomba My Goal Matters: Ceritakan Mimpi dan Harapanmu di Tahun yang Baru.

***

Oleh: Nda Imam - Bandung

Pagi ini sama seperti pagi lainnya. Dimulai dengan rutinitas rutin saya. Bangun pagi, tujuan utama: dapur. Cuci piring, cuci botol bekas susu, cek stok nasi di magic com. Kalau masih ada, tinggal colok dan tinggalkan. Hangat sendiri. Kalau nasi sudah habis, barulah masak. Kemudian buka kulkas, goreng nugget, telur atau sosis buat sarapan (biar praktis hehe). Kalau bangunnya lebih pagian, mungkin bisa masak yang agak rumit dikit seperti oseng tempe (padahal tetep aja simpel, ya).

Urusan dapur beres, tinggal masuk kamar dan memulai drama pagi ini. Ya, walaupun memang drama pagi selalu ada cerita baru setiap harinya. Seperti pagi ini di mana Imam yang sudah kupanggil namanya beberapa kali, masih tetap terpejam dengan lelapnya. Aku hanya bisa menepuk-nepuk kakinya pelan, mengusap-usap tangannya lembut, sambil sesekali menciumi pipi dan dahinya. Memperhatikan lentik bulu matanya, tebal alisnya, dan hidung mancungnya. Bau minyak telon bekas mandi semalam masih tercium wangi layaknya bayi yang baru lahir. Aaah... jadi melow.

imam
Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Dan saat melihat jam dinding, seketika tersadar, sudah pukul 6 pagi. Hanya ada waktu 1 jam untuk suapi Imam makan sebelum aku berangkat kerja. “Nak, bangun Nak sayang. Sudah siang, Nak. Makan dulu yuk, Nak." Berkali-kali kubangunkan, tetap seperti itu. Jalan terakhir. Tablet kuambil, putar lagu kesukaannya saat ini, volume dikeraskan sedikit, stand by.

“My bonnie lies over the ocean. My bonnie lies over the seaaaa. My bonnie lies over the oceaaan.. oh bring back my bonnie to meeee... ." Ajaib. Mata yang tadi terlelap dengan pulasnya, langsung terbuka dan kepalanya bergoyang. Bangun sudah anakku. Dalam hati kuberucap, “Maaf ya Nak. Nda bangunin dede seperti ini. Sudah siang Nak, Nda ingin suapi dede dulu sebelum Nda pergi ke kantor."

Dengan jurus kilat 30 menit ampuh suapi anak cara cepat, hati tenang. Saatnya mandi. Nggak perlu bersih banget, yang penting basah dari ujung kepala sampai ujung kaki. 5 menit beres. Hehe. Ganti baju pun hanya butuh 5 menit. Sudah pukul 7.40. Masih ada waktu 20 menit untuk quality time, bercanda dan bermain dengan Imam pagi ini.

imam 3
Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Risiko ibu karier, ya. Saya bahagia jadi wanita karier, tapi terkadang sedih juga saat dengar kata-kata dari bibir mungilnya, ”Nda mau kemana? Jangan kemana-mana Nda, di rumah aja sama Imam, Imam kangen Nda." Dada ini langsung bergemuruh, air mata menggelayut di pelupuk mata, ingin rasanya aku berkata, ”Iya Imam, Nda nggak kemana-mana, kok. Hari ini kita main bareng ya, Nak."

Tapi apalah daya. Perasaan itu hanya bisa kutahan dan kuhilangkan dengan memelukmu, Nak. Tunggu Nda, ya Nak. Sekarang Nda masih menabung untuk sekolah Imam. Nda mau Imam sekolah dan hidup dengan layak. Nanti Imam masuk TK, Nda pasti akan ada di samping Imam setiap hari. Antar dan jemput Imam sekolah, tidur siang bareng Nda, belajar sore, dan mengaji bersama Nda. Nda ingin menemani Imam di rumah. Ingin ada di setiap aktivitas Imam. Ingin ada di setiap tumbuh kembang Imam. Ingin selalu ada saat Imam tertawa ceria, maupun saat Imam sedih dan butuh pelukan hangat Nda. Nda ingin selalu ada untuk Imam. Tunggu Nda ya Nak. Itu goal matters Nda di tahun 2019 ini. Doakan Nda bisa segera mewujudkannya untuk kita bersama. Aamiin.