Keluarkan Racun dari Tubuh Selama Seminggu dengan Diet Buah

Karla Farhana12 Jan 2019, 17:00 WIB
[Fimela] Buah

 

Fimela.com, Jakarta Buah-buahan mengandung banyak mineral dan vitamin untuk kesehatan tubuh. Selain itu, buah sitrus mengandung banyak anti oksidan dan rendah lemak. Karena itu, buah kerap kali menjadi makanan andalan untuk membantu program diet bekerja dengan efisien. 

Dalam berbagai program diet, buah menjadi pelengkap serangkaian makanan rendah kalori dan tinggi serat. Namun, pernahkah kamu mendengar diet buah tanpa mengonsumsi makanan lainnya? 

Dilansir dari Byrdie, diet ini disebut dengan fruitarian, di mana kamu hanya mengonsumsi buah-buahan saja dan air mineral sepanjang hari. Biasanya, buah yang dimakan adalah tomat, alpukat, mentimun, dan zaitun. Namun, kadang juga dicampur dengan kacang dan biji-bijian. 

Selain untuk membantu program diet dan mempercepat penurunan berat badan, fruitarian juga dilakukan demi kesehatan otak dan tubuh. Menurut seorang health influencer Freelee the Banana Girl, mengonsumsi buah rendah kalori dalam jumlah banyak akan membuat otak menerima lebih banyak glukosa. 

Sehingga, dapat lebih fokus dan otak bekerja dengan lebih baik, namun kamu tidak perlu takut gemuk meski makan buah dengan sering dan dalam porsi besar, karena buah rendah kalori akan membuat tubuhmu tetap terjaga kelagsingannya. 

 

Diet Buah Selama Seminggu

Atasi Hipertensi dengan Buah Naga (Bennyartist/Shutterstock)
Atasi Hipertensi dengan Buah Naga (Bennyartist/Shutterstock)

Mnegonsumsi buah-buahan saja membantumu mengeluarkan banyak racun dari dalam tubuh. Selama proses ddetoksifikasi, tubuh akan mengalami penyesuaian dan perubahan sementara. Seperti pusing-pusing, BAB lebih lancar, dan lain-lain. 

Setelah seminggu, perubahan ini akan mulai semakin jarang. Dengan berkurangnya racun dalam tubuh, kamu akan merasa lebih sehat, imun tubuh menjadi lebih kuat, dan tidak mudah sakit. Namun, jika fruitarian dilakukan lebih dari seminggu oleh pemula dan tanpa pengawasan dari ahli gizi, akan dikhawatirkan asupan vitamin dan nutrisi pada tubuh akan jadi berkurang. 

Lanjutkan Membaca ↓