Sukses

Lifestyle

Sebagai Single Mother Tentu Saja Aku Harus Bekerja untuk Membiayai Anakku

Fimela.com, Jakarta Apapun mimpi dan harapanmu tidak seharusnya ada yang menghalanginya karena setiap perempuan itu istimewa. Kita pun pasti punya impian atau target-target yang ingin dicapai di tahun yang baru ini. Seperti kisah Sahabat Fimela ini yang kisahnya ditulis untuk mengikuti Lomba My Goal Matters: Ceritakan Mimpi dan Harapanmu di Tahun yang Baru.

***

Oleh: Agini Ajimatinur Fitriani - Tasikmalaya

Resolusi di tahun 2019 ini tidak banyak masih melanjutkan resolusi 2018 cuma bedanya tahun ini aku benar-benar mengambil risiko besar untuk mewujudkan impianku itu. Mimpiku mungkin sederhana dan terlalu biasa untuk sebagian orang tapi sangat luar biasa buat aku.

Aku seorang single mother dengan satu orang anak perempuan berusia 9 tahun, sekarang aku bekerja sebagai staf administrasi di salah satu distributor perusahaan consumer goods, waktu kerjaku tentu saja full time. Aku sering diprotes anakku karena sering pulang malam, kadang agak nyesek kalau baca buku harian anakku. Tapi sebagai single mother tentu saja aku harus bekerja untuk membiayai anakku, suamiku meninggal 7 tahun yang lalu jadi, tidak ada subsidi dari pihak keluarga almarhum suamiku, jadi mau tidak mau aku harus bekerja keras.

Mimpiku sederhana cuma ingin membuka usaha sendiri supaya bisa bekerja di rumah. Tahun 2018 aku cuma bisa berandai-andai, mencoba mengajukan kredit ke bank, di-acc cuma nilainya tidak cukup untuk modal usaha, alasan bank masuk akal karena pinjaman disesuaikan dengan sallary-ku.

Tahun ini aku berencana menjual semua aset peninggalan almarhum orang tua, kebetulan orangtuaku mewariskan sebidang tanah kosong. Dulu aku sayang untuk menjualnya, aku menganggap itu investasi. Tapi sekarang aku pikir untuk meraih sesuatu harus ada yang aku korbankan, lagipula selama ini lahan itu hanya kosong dan tidak produktif. Kalau aku jadikan jaminan ke bank nilainya tidak seberapa, tapi kalau aku jual lumayan bisa untuk modal investasi. Memang memakan waktu tapi minimal ada solusi untuk meraih mimpiku.

 

 

Aku berencana akan membuka usaha kuliner, kebetulan aku tinggal di daerah wisata jadi aku bisa membuka usaha kafe atau kedai makanan tidak perlu besar dan mewah yang terpenting konsepnya. Konsep yang ada di kepalaku itu temanya outdoor yang intragramable kebetulan di tempatku ini belum ada, karena aku tinggal di pesisir pantai ujung kab. Tasikmalaya. Malah aku berpikir membuat semacam foodcourt jadi sebagian tempatnya aku bisa sewakan, lumayan kan ada income pasif. Jika ada sisa dari hasil penjualan tanah itu, aku akan nabung saham, aku akan beli saham perusahaan-perusahaan yang fundamentalnya bagus, meskipun mahal harganya tidak masalah, bisa membeli 1 lot tiap bulan aja sudah bersyukur banget.

Sekarang ini aku sudah tidak berpikir menghabisakan untuk shoping, ganti handphone terbaru, foya- foya atau gaya hidup hedon lainnya. Aku sudah cukup lelah dengan hingar bingar, hiruk pikuk manusia, sekarang sendiri ini lebih menyenangkan, lebih damai. Salah satu resolusi yang sudah tercapai di tahun ini adalah unfollow akun olshop, unfollow akun gosip, dan uninstall app olshop. Semua harus dimulai dari sekarang, untuk mendapatkan hasil yang positif aku harus meninggalkan hal negatif, membuang semua racun yang membuat hidup ribet.

Mimpi terakhirku adalah menikah. Bahkan anakku sendiri yang meminta aku untuk menikah kembali, dan sekarang aku sudah siap menikah meskipun belum ada calon mempelai prianya. Tapi aku yakin jodoh tidak akan ke mana, pasti ada jodoh yang dikirimkan Tuhan untukku, yang terpenting sekarang adalah kualitas diri, aku harus mempunyai nilai-nilai hidup yang baik, dan lebih baik setiap harinya.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading