Menjadi yang Pertama Menikah di Antara Sahabat Lainnya, Rasanya Campur Aduk!

Endah Wijayanti08 Feb 2019, 11:25 WIB
pertama menikah

Fimela.com, Jakarta Kita punya sejumlah sahabat dekat. Seiring waktu berjalan, ternyata takdir membuat kita jadi yang pertama menikah di antara sahabat lainnya. Saat teman-teman masih tetap melajang, kita memutuskan untuk lebih dulu melangkah menuju gerbang pernikahan.

Rasanya jelas campur aduk. Menjadi orang pertama di antara sahabat-sahabat dekat untuk mengarungi rumah tangga, pasti memberi pengalaman dan kesan tersendiri. Perasaan dan pengalaman yang penuh warna pun mungkin akan kita alami.

Ada Rasa Bahagia tapi Juga Cemas

Kita bahagia akan segera menikah. Tapi di sisi lain merasa cemas. Apakah ini sudah keputusan yang tepat? Atau jangan-jangan keputusan menikah ini terlalu cepat dan terburu-buru? Melihat sahabat lainnya masih menikmati masa lajangnya kadang menimbulkan rasa ragu sendiri. Ragu apakah dengan menikah hidup akan lebih baik atau malah akan terasa lebih berat?

Perasaan seperti ini memang lumrah dan normal terjadi. Tak perlu panik berlebihan. Tenangkan diri dan niatkan semua keputusan yang sudah diambil untuk kebaikan. Bersyukur dengan semua yang terjadi di hidup kita. Bersyukur sudah menemukan pasangan yang tepat. Bersyukur masih memiliki sahabat-sahabat yang senantiasa ada di dekat kita.

Muncul Semacam Perasaan Bersalah

Ada sahabat-sahabat kita yang tak kunjung menemukan pasangan yang tepat meski sudah berulang kali mencoba. Ada sahabat yang mungkin pernah hampir menikah tapi gagal di tengah jalan. Sementara kita bahagia di sini, ada semacam perasaan bersalaha karena sahabat yang lain masih berjuang mendapatkan jodohnya.

Tapi kita tak bisa menyalahkan diri sendiri. Yakin deh, sahabat-sahabat kita juga pasti mendoakan yang terbaik untuk kita. Mereka akan mendukung keputusan terbaik kita untuk menikah. Kita bisa berbahagia bersama.

Saling Mendoakan Bisa Menghadirkan Lebih Banyak Kebahagiaan

Kita bisa minta didoakan untuk menjalani kehidupan pernikahan yang bahagia. Kita pun turut mendoakan semoga sahabat-sahabat kita bisa segera menemukan belahan jiwanya. Saling mendoakan ini bisa memberi lebih banyak kebahagiaan.

Meski mungkin rasanya campur aduk, tapi jangan sampai lupa untuk menikmati dan mensyukuri setiap momen yang ada. Masing-masing dari kita punya cerita dan jalan kehidupan sendiri terkait jodoh dan pernikahan. Tetap jaga hubungan persahabatan yang ada saat ini dan persiapkan diri dengan baik memulai hidup baru dengan peran sebagai seorang istri.