Jadi Orang Besar Tak Perlu Memikirkan Kesulitan di Masa Kecil

Endah Wijayanti24 Feb 2019, 08:31 WIB
Diperbarui 24 Feb 2019, 08:31 WIB
sesawi

Fimela.com, Jakarta Nasihat orangtua atau tradisi dalam keluarga bisa membentuk pribadi kita saat ini. Perubahan besar dalam hidup bisa sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai dan budaya yang ada di dalam keluarga. Kesuksesan yang diraih saat ini pun bisa terwujud karena pelajaran penting yang ditanamkan sejak kecil. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Culture Matters: Budayamu Membentuk Pribadimu ini.

***

Oleh: Artiga - Pekanbaru

Tumbuh dan Berkembang seperti Pohon Sesawi

Seperti yang kita ketahui bahwasanya setiap perempuan pasti selalu diberikan tuntutan di atas bahunya. Bukan tuntutan pekerjaan keras melainkan hal-hal yang terkecil seperti kemampuan memasak, gaya penampilan, ataupun sifat sopan dan anggun yang selalu diceritakan menjadi jati diri perempuan.

Tapi kini perempuan sudah diperbolehkan mengambil pendidikan setinggi-tingginya tanpa membedakan gender lagi. Mari ulas sedikit mengenai pohon sesawi, pohon yang terkenal dengan kerindangan di setiap cabang rantingnya, akar yang kuat dan burung-burung dapat membangun sarang di sela cabangnya.

Pesan keras yang selalu terngiang dalam balutan manis masa kecil adalah saat di mana saya menjadi biji sesawi sebelum menjadi pohon. Biji sesawi adalah biji yang paling kecil di segala biji yang ada di dunia ini, tetapi setelah tumbuh dan berkembang, tidak ada satupun orang yang tahu jika pohon itu terlahir dari biji terkecil.

Ajaran yang bisa kita simpan adalah biarlah kita tumbuh dan berkembang dengan memberikan tumpuan bagi orang lain, buat mereka kagum sampai tidak pernah berpikir bahwa seorang gadis yang besar itu lahir dari keluarga yang kecil. Jadi orang besar tak perlu memikirkan kesulitan di masa kecil. Orang tidak akan tahu karena kemampuan manusia awam adalah melihat hasil dan melupakan proses.

Sebaiknya, jika kesulitanmu semasa kecil dapat memberikan motivasi bagi orang lain, jadilah panutan di antara mereka. Pesan itu membuat saya menjadi lebih tegar dan saya terapkan menjadi suatu kebudayaan mental bagi diri saya sendiri.