Bersyukur di Setiap Kondisi Bisa Mendatangkan Kedamaian dalam Hati

Endah Wijayanti20 Feb 2019, 10:59 WIB
Diperbarui 10 Nov 2020, 13:07 WIB
bersyukur damai

Fimela.com, Jakarta Nasihat orangtua atau tradisi dalam keluarga bisa membentuk pribadi kita saat ini. Perubahan besar dalam hidup bisa sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai dan budaya yang ada di dalam keluarga. Kesuksesan yang diraih saat ini pun bisa terwujud karena pelajaran penting yang ditanamkan sejak kecil. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Culture Matters: Budayamu Membentuk Pribadimu ini.

***

Oleh: Gayuh Yustia N - Balangan

“Bersyukurlah dalam setiap keadaan, Nak!” Itulah salah satu nasihat kedua orangtua yang akan selalu saya ingat kapan saja. Setidaknya, melalui kalimat sederhana yang penuh makna itu mampu membuat saya merasa bahagia, apapun kondisinya.

Sejak kecil, rasa syukur yang terus menerus ditanamkan dan didengungkan di telinga oleh ayah dan ibu saya tak akan membuat saya lupa. Begitupun seterusnya, nasihat ini akan terus saya wariskan pada anak-anak tercinta dan generasi selanjutnya.

Manusia tentu tak luput dari berbagai ujian atau cobaan. Lika-liku kehidupan pastilah datang. Seiring bertambahnya usia saya pun semakin mengerti, bahwa bersyukur dalam setiap kondisi mampu mendatangkan kedamaian dalam hati. Terlebih lagi saat memasuki usia dewasa awal ini, di mana kesabaran begitu diuji.

Besarnya tanggung jawab sebagai istri sekaligus ibu dari dua anak laki-laki yang masih berusia dini, seringkali membuat saya terpancing emosi ketika menghadapi beberapa bentuk kesalahan anak yang kadang sulit untuk ditoleransi. Begitupun dalam mendampingi suami, tak jarang ada saja perilakunya yang kurang enak di hati. Saya sadari itu manusiawi, terlebih lagi ketika lelah melanda. Tak dapat dipungkiri dalam kondisi seperti ini hal kecil saja bisa merusak suasana hati. Namun kembali saya sugesti diri, tak ada alasan untuk tidak bersyukur dalam setiap situasi.

Saya kini meyakini bahwa apapun yang Tuhan berikan bukanlah tanpa alasan. Di sinilah saya merasakan betapa besar arti syukur dalam setiap keadaan, seperti apa yang sudah ayah dan ibu tanamkan.

Meski kedua orangtua saya hidupnya sederhana, mereka selalu mengutamakan pendidikan untuk kedua anak perempuannya. Tidak peduli bagaimanapun dan apapun kondisinya, yang terpenting bagi ayah dan ibu adalah anak-anaknya dapat terus melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya.

 

 

 

Gembira
Ilustrasi./copyright shutterstock

Maka izinkan saya sedikit bercerita melalui tulisan ini. Saya ingat sekali bagaimana perjuangan kedua orang tua kami demi tetap menyekolahkan anak-anaknya ini. Saat itu belasan tahun yang lalu, penghasilan ayah dan ibu masih tidak menentu. Setiap bulannya, pengeluaran mereka selalu berkejaran antara harus membayar SPP hingga mereka lebih sering makan dengan lauk tempe. Air mata serasa tak mampu dibendung jika ingat kembali masa-masa itu. Tinggal di rumah kecil sederhana, hidup apa adanya, tapi semangat untuk mengenyam pendidikan tak pernah sirna.

“Entah akan berkarier atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena mereka akan menjadi seorang ibu. Ibu-ibu yang cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas," kalimat yang saya kutip dari Dian Sastrowardoyo ini, agaknya kurang lebih sama seperti motto hidup dalam keluarga saya.

Selain membiasakan anaknya untuk terus bersyukur dalam setiap keadaan, mereka juga menanamkan kegigihan dalam mengenyam pendidikan. Melalui pendidikan, manusia tidak hanya diajarkan seputar tambah, kali, dan bagi. Tidak pula seputar rumus-rumus fisika, aljabar, juga anatomi. Pendidikan juga tak hanya mampu mengantarkan pada pekerjaan yang diidam-idamkan. Tapi sungguh, melalui pendidikan manusia bisa belajar bagaimana cara menyelesaikan setiap persoalan kehidupan. Pendidikan bukan hanya mengarahkan manusia berperilaku, namun juga memperbaiki peradaban di era yang semakin maju.

 

Ilustrasi bahagia - stres (iStockphoto)
Ilustrasi. (iStockphoto)

Maka di akhir tulisan ini izinkan saya untuk menyampaikan, bahwa pendidikan janganlah diabaikan. Perjuangan menuntut ilmu akan sebanding dengan manfaat yang akan diperoleh untuk kehidupanmu. Akan menjadi apapun nantinya, perempuan tetaplah harus berjuang dalam mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya.

Tidak lupa tetaplah bersyukur dalam setiap keadaan seperti apa yang orangtua saya katakan. Karena sungguh, kebahagiaan itu kita yang ciptakan, kita yang rasakan. Kebahagiaan akan selalu ada selama kita mampu bersyukur dalam setiap keadaan.

Terima kasih ayah dan ibu! Kebiasaan yang kalian tanam dan wariskan sungguh besar manfaatnya bagi kehidupan.