Alasan Pentingnya Sifat Fleksibel dalam Hubungan Pernikahan

Febi Anindya Kirana20 Feb 2019, 15:36 WIB
cinta

Fimela.com, Jakarta Pernikahan bahagia adalah harapan setiap pasangan suami-istri. Namun untuk mewujudkannya, setiap orang harus memiliki sikap yang bisa mendukung munculnya kebahagiaan tersebut, salah satunya adalah sikap fleksibel.

Pasangan menikah harus punya pikiran terbuka dan fleksibel menerima perbedaan pendapat, menghadapi perubahan, dan mampu menyesuaikan diri pada situasi tak terduga. Dikatakan terapis keluarga dan pernikahan Janet Zinn, bahwa ada banyak hal yang bisa terjadi dalam sebuah hubungan cinta, jika kita terlalu kaku, kita tak akan bisa bertahan.

Kemampuan pasangan untuk 'go with the flow' sangat diperlukan terutama ketika adanya perubahan drastis. Dengan banyaknya kejadian, mereka bisa belaar banyak hal dan lebih penting lagi, makin memahami satu sama lain dengan cara yang mungkin tak pernah mereka duga sebelumnya.

"Kita pasti akan membuat kesalahan dalam hubungan, namun bukan berarti ini mengacaukan ikatan. Kita mengatakan hal-hal bodoh. Melakukan hal-hal bodoh. Tapi jika kiat mau belajar dari kesalahan kita, karena itu adalah cara untuk bisa menyatukan pikiran dan hati, maka kita akan bertahan dalam hubungan ini," ungkap Janet Zinn.

Itulah mengapa, sifat fleksibel sangat diperlukan dalam pernikahan jika ingin pernikahan tersebut langgeng dan bahagia.