Semua Ada Masanya, Jadi Nikmati Saja Selagi Bisa

Endah Wijayanti21 Feb 2019, 18:58 WIB
Diperbarui 21 Feb 2019, 18:58 WIB
semua ada masanya

Fimela.com, Jakarta Nasihat orangtua atau tradisi dalam keluarga bisa membentuk pribadi kita saat ini. Perubahan besar dalam hidup bisa sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai dan budaya yang ada di dalam keluarga. Kesuksesan yang diraih saat ini pun bisa terwujud karena pelajaran penting yang ditanamkan sejak kecil. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Culture Matters: Budayamu Membentuk Pribadimu ini.

***

Oleh: Sarah Anastasya Hutabarat - Tangerang

Learn to enjoy every minute of your life.

Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar saya berpindah-pindah sekolah karena pekerjaan ayah saya yang mengharuskan keluarga kami berpindah-pindah kota. Dari kota yang populer sebagai destinasi wisata yaitu Denpasar (Bali) dan Mataram (Lombok) sampai kota yang mungkin hanya segelintir orang saja mengetahuinya, Sibolga (Sibolga). Ada hal yang menyenangkan tetapi ada juga yang tidak. Kami jadi mengetahui makanan khas, tempat wisata serta bahasa kota-kota tempat kami tinggal tetapi, saat itu tidak jarang hampir di setiap kota tempat kami tinggal ada giliran pemadaman listrik.

Saya kadang mengeluh karena harus selalu beradaptasi dengan lingkungan baru. Setiap berpindah kota saya merasa berat harus meninggalkan teman-teman di sekolah, tempat makan yang saya sukai di kota itu, dan suasana kota yang akan berbeda di kota lain. Ibu saya selalu berkata, “Semua itu ada masanya, maka nikmati selagi bisa.” Ya memang benar, walaupun saya sekarang kembali ke kota-kota yang saya pernah tinggal situasinya pasti sudah berbeda.

Ketika saya kuliah saya membaca quote di sebuah majalah, “Learn to enjoy every minute of your life." Quote ini memiliki pesan yang hampir sama dengan apa yang dikatakan ibu saya yaitu kita lebih baik menikmati setiap detik dalam hidup kita karena semua ada masanya. Tanpa saya sadari nasihat ini sudah dari sejak saya masih kecil ditanamkan pada diri saya dan keluarga saya.

Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama saya sudah tinggal kembali di Jakarta. Tanpa saya sadari suasana dan situasi kota ini pun mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu. Baik dari kendaraan umum, tempat makan atau hangout yang ada dan menghilang, tempat berbelanja yang tutup tergantikan oleh online shop. Hal ini juga membuat saya merasa nasihat, “Learn to enjoy every minute of your life,” sangat berhubungan dengan yang saya alami dan rasakan. Ketika kita menikmati setiap apa yang terjadi dalam hidup kita membuat kita tidak menyesal saat hal itu baik suasana, tempat, bahkan orang-orang dalam hidup kita sudah berubah atau tidak ada.