Terlalu Sibuk Kerja Bikin Malas Jatuh Cinta, Siapa nih yang Senasib?

Endah Wijayanti21 Feb 2019, 15:37 WIB
malas jatuh cinta

Fimela.com, Jakarta Dari pagi sampai malam sibuk dengan pekerjaan yang tak ada habisnya. Tiap kali membuka mata untuk memulai aktivitas di pagi hari, pikiran kita sudah penuh dengan jadwal kegiatan yang padat. Kalaupun ada hari libur, biasanya digunakan untuk istirahat dan tidur. Sekalipun ada waktu luang, masih harus digunakan untuk mengerjakan berbagai pekerjaan sampingan.

Ya, pantas saja sulit ketemu jodoh. Tiap hari sibuk kerja mulu, sih. Ya mau bagaimana lagi ya kadang karena sudah terlalu sibuk kerja jadinya malah malas jatuh cinta. Nggak mau tambah capek dengan berbagai drama dan masalah karena urusan asmara. Mikirin pekerjaan saja sudah mumet, jadi mana sanggup mikirin soal hati dan perasaan.

Pekerjaan Masih Jadi Prioritas Utama

Saat teman-teman seusia kita sudah menikah dan memiliki anak, kita masih berkutat dengan rutinitas pekerjaan yang tak ada habisnya. Banyak yang mendesak kita untuk segera menikah tapi kalau memang belum menemukan orang yang tepat, mau bagaimana lagi. Saat ini pekerjaan dan karier mungkin masih jadi prioritas utama kita. Bisa jadi ada impian yang perlu kita wujudkan atau masih ada hal-hal penting yang perlu kita lakukan untuk memberi lebih banyak manfaat pada orang lain. Sehingga waktu yang ada pun lebih banyak habis digunakan untuk pekerjaan.

Memaksakan Diri untuk Buru-Buru Jatuh Cinta Juga Percuma

Kita yakin jodoh dan cinta sejati akan datang pada waktu yang paling tepat. Untuk sementara ini, mungkin kita belum bisa dipaksa atau buru-buru jatuh cinta. Percuma saja memaksakan diri untuk jatuh cinta bila nantinya malah hanya akan menimbulkan luka baru di dada.

“I believe in love. I believe in hard times and love winning. I believe marriage is hard. I believe people make mistakes. I believe people can want two things at once. I believe people are selfish and generous at the same time. I believe very few people want to hurt others. I believe that you can be surprised by life. I believe in happy endings.”― Isabel Gillies, Happens Every Day: An All Too True Story

Bahagia
Ilustrasi./copyright: unsplash/vinicious wiesehofer

Keinginan untuk bisa segera menemukan cinta sejati dan menikah memang ada. Kita percaya akan ada saatnya kita memutuskan untuk mengikat janji suci dalam komitmen seumur hidup dengan seseorang yang terbaik. Semua ada waktunya. Segala sesuatunya ada porsinya sendiri. Meski kini rasanya masih malas untuk jatuh cinta karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, akan ada saatnya nanti diri kita sudah benar-benar siap untuk menemukan seseorang yang akan menjadi pendampin hidup kita.

Menyiapkan Diri dengan Terus Memperbaiki Hidup Kita

Saat ini kita masih fokus memperbaiki kualitas diri kita. Merintis dan membangun karier sebaik-baiknya. Agar saat nanti sudah menikah dan berkeluarga bisa memiliki hidup yang lebih nyaman. Bisa memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak kelak. Menempa mental jadi pribadi yang lebih utuh supaya ketika sudah saatnya bertemu jodoh, kita sudah siap segalanya.

Untuk saat ini, tak apa malas jatuh cinta jika itu memang bisa membantumu mendapatkan kehidupan yang lebih tenang dan damai karena ada target atau tujuan karier yang sedang diperjuangkan. Tapi malasnya jangan terlalu lama juga, ya. Akan ada pada satu titik kita perlu mengizinkan diri kita kembali untuk bisa jatuh cinta pada orang yang benar-benar ditakdirkan jadi jodoh kita.

 

Lanjutkan Membaca ↓