Bukan untuk Menang, Tujuan Bertengkar dengan Pasangan Adalah Ini

Febi Anindya Kirana23 Feb 2019, 18:38 WIB
pasangan

Fimela.com, Jakarta Perbedaan pendapat, bertengkar dan tidak setuju dalam sebuah hubungan itu sudah biasa terjadi. Karena pada dasarnya kalian adalah dua pribadi yang berbeda, namun perlu diketahui seperti apa bentuk pertengkaran yang baik dan yang buruk.

Terapis konseling hubungan, Kurt Smith, mengatakan dalam Huffington Post bahwa akan lebih baik jika pasangan tidak setuju sekarang, dan menunjukkan kejujurannya dibandingkan memendam ketidaksetujuan tersebut.

Memendam ketidaksetujuan karena tak ingin ribut hanya akan menimbulkan masalah lebih besar nantinya dalam pernikahan karena mereka tak pernah membicarakan secara terbuka. Tidak sepakat akan suatu hal bukan hanya jadi masalah pernikahan, ini masalah normal semua orang. Yang membedakan adalah, bagaimana pasangan menghadapinya, apakah mampu mengatasinya dengan sikap yang dewasa atau justru sebaliknya.

Pasangan menikah harus mengetahui pertengkaran mana yang baik dan mana yang beracun dan menghancurkan. Pertengkaran yang menghancurkan adalah yang melibatkan kata-kata umpatan, emosi semata, dan saling merendahkan dan menjelekkan satu sama lain tanpa ada solusi.

Pertengkaran yang sehat adalah ketika keduanya tidak hanya berdebat untuk memenangkan opininya, tapi untuk mencapai kesepakatan bersama, agar bisa memahami satu sama lain, menghargai pendpaat masing-msing dan mengambil jalan tengah demi kepentingan bersama.

Jadi, ketahui bahwa pasangan bahagia adalah yang tahu bahwa pertengkaran tak selamanya buruk untuk pernikahannya.