Millennial's Alert: Yuk, Kupas Tuntas Fakta Seputar HIV

Wuri Anggarini25 Feb 2019, 00:01 WIB
Millennial's Alert: Yuk, Kupas Tuntas Fakta Seputar HIV

Fimela.com, Jakarta Hingga saat ini, HIV masih jadi salah satu penyakit yang cukup ditakuti, karena menyerang sistem kekebalan tubuh. Saat imun melemah, tubuh jadi rentan terkena berbagai macam penyakit yang membuat kondisinya semakin menurun. Tapi, seberapa jauh sih pengetahuan kamu tentang penyakit ini, Ladies? Kupas tuntas di sini, yuk!

HIV dan AIDS Berbeda, Sudah Tahu?

Millennial's Alert: Yuk, Kupas Tuntas Fakta Seputar HIV
(c) Shutterstock

Saat mendengar kata HIV dan AIDS, sebagian orang masih belum sepenuhnya mengetahui jenis penyakit ini. Namun, mengikuti stigma masyarakat yang begitu negatif. Bahkan, ada yang menganggap jika HIV dan AIDS itu sama. Padahal keduanya jelas berbeda.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan CD4. Sel CD4 sendiri merupakan jenis sel darah putih yang berperan penting dalam memerangi infeksi. Jika banyak sel CD4 yang hancur, maka kekebalan tubuh semakin lemah sehingga rentan terserang berbagai macam penyakit.

Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan dampak dari infeksi HIV yang tidak segera ditangani. AIDS merupakan stadium akhir dari infeksi virus HIV di mana kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Jumlah Orang yang Terinfeksi HIV di Indonesia

Millennial's Alert: Yuk, Kupas Tuntas Fakta Seputar HIV
(c) Shutterstock

Berdasarkan data dari Kemenkes RI hingga tahun 2016, ada lebih dari 40 ribu kasus orang yang terinfeksi HIV di Indonesia. Menurut UNAIDS, berikut ini adalah data orang yang terinfeksi HIV di Indonesia: pekerja seks (5,3%), homoseksual (25,8%), pengguna narkoba (28,76%), transgender (24,8%), tahanan (2,6%). Kabar baiknya, semenjak tahun 2010, jumlah orang terinfeksi HIV di Indonesia telah menurun hingga 22%.

Penularan HIV Bukan dari Bersentuhan Kulit, Namun..

Millennial's Alert: Yuk, Kupas Tuntas Fakta Seputar HIV
(c) Shutterstock

Banyak mitos tidak benar yang berkembang di masyarakat tentang cara penularan HIV. Bahkan, ada yang menganggap jika bersentuhan kulit dengan penderita HIV akan ikut terinfeksi. Padahal, penularan HIV tidak bisa terjadi lewat keringat, air liur, sentuhan, ciuman, gigitan nyamuk atau bekas toilet. Jadi, jika bertemu dengan ODHA lebih baik jangan mengucilkan atau langsung menjauhinya.

Penularan utama berasal dari kontak cairan tubuh seperti sperma, darah, perilaku seksual hingga penggunaan jarum suntik. Metode penularan HIV yang dapat terjadi adalah melalui hubungan seks, transfusi darah dan penggunaan bekas jarum suntik.

Gejala Awal HIV Mirip dengan Gejala Flu

Millennial's Alert: Yuk, Kupas Tuntas Fakta Seputar HIV
(c) Shutterstock

Gejala awal terinfeksi HIV ternyata mirip dengan gejala flu. Mulai dari sakit kepala, demam, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, luka pada mulut, sering berkeringat pada malam hari, diare, ruam pada kulit, sakit tenggorokan dan nyeri pada otot sendi. Gejala awal HIV umumnya timbul 1-2 bulan setelah terinfeksi. Namun, pada beberapa kasus gejala ini tidak muncul. Itulah alasan pentingnya melakukan test HIV sedini mungkin.

Deteksi dini dan periksa HIV penting dilakukan supaya kamu bisa mengetahui kondisi kesehatanmu sedini mungkin. Nggak perlu takut, kini test HIV di rumah bisa dilakukan dengan cepat dan mudah dengan bantuan ONESTEP, alat pendeteksi awal HIV. Berikut cara pengunaannya:

  1. Buka kemasan ONESTEP test Device
  2. Buka kemasan alcohol prep pad dan usapkan pada jari yang hendak diambil sample darahnya. Pengambilan darah bisa menggunakan jari telunjuk, jari tengah atau jari manis
  3. Buka tutup lancet dan arahkan pada jari. Tekan, sampai jari mengeluarkan titik darah
  4. Arahkan pippete plastic ke jari yang sudah mengeluarkan titik darah. Pencet pangkal pippete dan sedot darah.
  5. Siapkan cassete, teteskan satu tetes darah di area yang bertuliskan huruf S
  6. Siapkan cairan buffer, gunting ujungnya dan teteskan satu tetes pada cassete yang bertuliskan huruf S.

Setelah melakukan instruksi di atas, tunggu hasil dalam 10-15 menit. Hasil positif; jika timbul dua garis berwarna pink pada area C dan T hasil pengujian yang mengindikasi adanya deteksi anti-HIV pada darah. Hasil negatif; jika hanya ada satu garis pink yang timbul di area C hasil pengujian. Hasil invalid; jika tidak ada warna apapun di garis hasil pengujian.

Millennial's Alert: Yuk, Kupas Tuntas Fakta Seputar HIV
(c) Shutterstock

ONESTEP bisa membantu untuk melakukan test HIV cepat dan mudah. Bisa juga digunakan sebagai pendeteksi awal, namun tidak dapat digunakan untuk membuat keputusan akhir atau menggantikan hasil laboratorium. Hasil positif tes ini tidak berarti pasti terinfeksi HIV, tapi harus ada pengujian tambahan yang dilakukan di laboratorium dengan tenaga ahli. Hal ini juga berlaku bagi hasil negatif, pengujian lanjutan oleh tenaga ahli masih wajib dilakukan. Apalagi, jika merasa memiliki ciri HIV dan gaya hidup yang dekat dengan penyakit ini.

Itulah fakta tentang HIV yang perlu kamu tahu. Yuk ikut menyuarakan pentingnya deteksi HIV dini agar bisa menghambat penyebarannya  semakin meluas. Yuk periksa HIV sendiri. Info lengkap klik di sini.