Bukti Studi, Orang yang Terlambat Menikah Justru Lebih Bahagia!

Febi Anindya Kirana26 Feb 2019, 12:35 WIB
menikah

Fimela.com, Jakarta Banyak single ladies dibuat khawatir dengan pertanyaan "kapan nikah?" dari orang-orang skeitarnya, ketika usianya tak lagi muda, sedangkan ia sudah mapan dan sudah selayaknya menikah. Well, lebih baik jangan buru-buru, karena penelitian menunjukkan bahwa menikah terlambat atau tidak terburu-buru justru menjamin kebahagiaan pernikahan di masa depan.

Sebuah penelitain yang dimuat dalam Journal of Family Psychology dan dilakukan University of Alberta menemukan bahwa mereka yang menikah di usia lebih tua atau lebih lambat dari teman-temannya ternyata memiliki level kebahagiaan dan kepercayaan diri lebih tinggi dibanding mereka yang menikah muda.

Bukan hanya itu, menikah di usia yang matang juga menunjukkan rendahkan risiko depresi dan cerai. Matt Johnson sebagai peneliti, mengungkapkan bahwa tujuannya adalah mengetahui usia ideal untuk menikah. Dan partisipan pria rata-rata menikah di usia 28 tahun, sedangkan wanita di usia 25 tahun.

Survey dilakukan terhadap 405 orang Kanada lulus SMA dan usia paruh baya di tahun 1984 yang menikah di usia muda dan usia tua untuk melihat seberapa bahagia dan tenang pernikahan berdasarkan usia saat pertama kali mereka menikah.

Di abad ke-21, usia pernikahan semakin ditarik ke belakang, karena kebanyakan generasi masa kini harus menjalani pendidikan tinggi dan mencari pekerjaan. Umumnya, mereka tidak buru-buru menikah sebelum mapan.

Jadi, daripada terus khawatir dan menghabiskan waktu sia-sia hanya dengan bertanya "kapan jodohku datang?" harusnya dirimu lebih fokus meningkatkan kualitas diri, memapankan diri dan membahagiakan diri selagi sendiri, karena pernikahan akan datang di waktu yang tepat, dan menikah muda bukan jaminan dirimu bakal bahagia.