Orang punya Empati Besar Ternyata Cenderung jadi Pembohong!

Febi Anindya Kirana03 Mar 2019, 09:25 WIB
kebohongan

Fimela.com, Jakarta Setiap orang membutuhkan kepekaan perasaan dan rasa empati dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup. Rasa empati paling penting dalam hubungan sosial, karena ini adalah kemampuan kita dalam merasakan emosi orang lain, menempatkan diri di posisi orang lain dan ikut memikirkan perasaan orang tersebut.

Rasa empatilah yang menjadikan kita sebagai 'manusia' yang berperasaan dan penuh kasih. Namun rasa empati ternyata juga punya sisi negatif yang tersembunyi. Penelitian menemukan bahwa orang yang punya empati besar ternyata cenderung jadi pembohong.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Personality and Individual Differences menemukan bahwa orang dengan rasa empati besar kemungkinan akan jadi pembohong karena banyak memikirkna perasaan orang lain. Demi menjaga kepentingan dan perasaan orang lain, ia akan berbohong.

Orang yang pandai berempati akan mengerti perasaan dan kebutuhan orang lain, sehingga peneliti memprediksi bahwa orang jenis ini akan lebih banyak melakukan kebohongan yang bermanfaat untuk orang lain atau demi melindungi orang lain.

Dan benar, hasil tes menunjukkan bahwa kebohongan yang disampaikan orang empatik melibatkan kepentingan orang lain. Uniknya, terkadang kebohongan ini masih bisa ditoleransi banyak orang, tergantung dari situasi dan kondisinya.

Jadi, ternyata menjadi orang yang simpatik dan punya empati tinggi juga punya sisi tak baiknya sendiri. Selama kebohongan itu ada batasnya, tentu tak akan begitu bermasalah ya.