Grab Decacorn Pertama Asia Tenggara, Bagaimana Persaingan Startup di Indonesia?

Ayu Miranti13 Mar 2019, 03:08 WIB
Grab Decacorn Pertama Asia Tenggara, Bagaimana Persaingan Startup di Indonesia?

Fimela.com, Jakarta Di akhir tahun 2018 yang lalu, Grab mengumumkan telah naik kelas dari startup unicorn menjadi decacorn. Laporan yang dipublikasikan oleh Google dan Temasek tepatnya pada 19 November 2018 mengukuhkan status Grab sebagai decacorn pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.

Prestasi membanggakan ini pun menjadi pembicaraan hangat mengingat persaingan startup yang sangat ketat, terutama di Indonesia. Tapi sebelumnya, pahami dulu valuasi perusahaan rintisan berikut ini.

Beda Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn

Jika selama ini kamu hanya mengenal status unicorn yang melekat pada startup, ternyata ada dua level lainnya yang lebih tinggi. Istilah unicorn diberikan pada perusahaan rintisan yang mencapai valuasi di atas US$1 miliar. Sedangkan decacorn menjadi gelar bagi startup yang memiliki nilai 10 kali lipat unicorn alias US$10 miliar. Valuasi tertinggi disandang oleh perusahaan yang mampu mencapai valuasi di atas US$100 miliar yang disebut hectocorn.

Keberhasilan Grab Naik Kelas ke Decacorn

Dari 300 lebih startup unicorn di dunia, baru 20 yang berhasil naik level ke decacorn dan Grab masuk ke peringkat 14. Sejak awal, Grab telah menyandang gelar unicorn dengan cepat, hanya butuh waktu dua tahun sejak didirikan pada tahun 2012 oleh Anthony Tan dan Hooi Ling Tan.

Di saat yang bersamaan, Grab melakukan ekspansi ke Indonesia dan meluncurkan layanan GrabBike, GrabCar, hingga GrabFood. Bisnis pun berkembang pesat hingga berhasil mengakuisisi Uber di Asia Tenggara dan meraih investasi lebih dari US$6 miliar yang membawa valuasinya meningkat menjadi US$11 miliar. Walau sudah meraih level decacorn, Grab tetap mengutamakan kualitas layanan terbaik dengan memberikan harga paling terjangkau dan menjamin efisiensi waktu para pengguna setianya.

Startup Unicorn Indonesia Menuju Level Decacorn

Berita Grab mendobrak dominasi startup asal Amerika Serikat dan Cina dalam jajaran decacorn dunia sedikit banyak menghembuskan angin segar bagi persaingan perusahaan rintisan di Indonesia. Selain menjadi penyemangat startup lainnya, hal ini membawa para investor untuk melirik startup lainnya dan berpeluang untuk menyuntikkan dana.

Hingga kini, ada empat startup Indonesia yang telah menjadi unicorn, yaitu Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan BukaLapak. Setelah Grab yang melesat meninggalkan pesaingnya, kini Go-Jek mulai membuntuti dengan valuasi yang sudah mendekati angka US$10 miliar. Disusul Tokopedia yang kini valuasinya sudah mencapai US$7 miliar.

Rahasia Keberhasilan Grab Raih Decacorn

Keberhasilan meraih level decacorn tidak begitu saja membuat Grab puas. Selain ingin melipatgandakan revenue, Grab kini mengejar status sebagai superApp yang menyediakan solusi sehari-hari.

Bukan hanya layanan transportasi saja, tapi juga pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile, hingga hiburan digital. Selain menawarkan berbagai fitur terbaru yang memanjakan pengguna setia, Grab pun terus berpegang pada filosofi platform terbuka untuk menyatukan para mitra untuk hidup yang lebih baik bagi semua orang di Asia Tenggara.

Bisakah startup Indonesia menyamai keberhasilan Grab yang meraih level decacorn? (eth)