Generasi Hebat Lahir dari Perempuan yang Hebat

Endah Wijayanti18 Mar 2019, 12:47 WIB
harapan muluk

Fimela.com, Jakarta Setiap perempuan punya kekuatan untuk mengatasi setiap hambatan dan tantangan yang ada. Bahkan dalam setiap pilihan yang dibuat, perempuan bisa menjadi sosok yang istimewa. Perempuan memiliki hak menyuarakan keberaniannya memperjuangkan sesuatu yang lebih baik untuk dirinya dan juga bermanfaat bagi orang lain. Seperti tulisan dari Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba My Voice Matters: Setiap Perempuan adalah Agen Perubahan ini.

***

Oleh: Dewi Kristina - Yogyakarta

Apa itu International Women's Day? Pada tahun 1977, Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai perayaan tahunan pada tanggal 08 Maret oleh PBB untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia. Merayakan pencapaian wanita secara internasional dalam bidang politik, ekonomi, sosial maupun budaya. Bagaimana di negara kita? Perempuan di Indonesia banyak yang belum memperoleh persamaan hak dalam bidang pendidikan, pekerjaan, keluarga maupun yang berprestasi dalam kancah sosial, olahraga maupun bisnis.

Banyak perempuan Indonesia masih minim pengetahuan akan pentingnya sebuah pendidikan. Banyak faktor penyebabnya, di antaranya adalah karena faktor ekonomi dan pola pikir bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi–tinggi karena nanti pasti akan kembali sebagai ibu rumah tangga yang harus standby mengurus segala kebutuhan rumah tangga. Padahal, dengan pendidikan yang baik kita bisa mengubah sudut pandang orang, berpikir kritis, dan bisa membawa dampak positif bagi orang lain.

Seperti dalam kisah hidupku. Latar belakang dari sebuah desa terpencil di pelosok Sumatera Selatan, Musirawas. Untuk sekolah SD saja kala itu harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 2 km. Melewati sawah, perkebunan karet dan hutan. Dukungan dari kedua orang tuaku akan pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya, membuat kami semakin semangat dalam sekolah. Saya harus tinggal di asrama untuk menempuh pendidikan di SMP dan SMA terbaik karena sangat jauh dari rumah. Hingga kuliah saya harus merantau ke pulau Jawa, tepatnya di Yogyakarta. Saya sangat bersyukur bisa merasakan pendidikan hingga Sarjana.

Dan lebih bersyukurnya lagi, saya bisa menularkan pentingnya akan pendidikan bagi kaum perempuan ke orang lain seperti di lingkungan kampung saya. Hampir 93% kaum perempuan (adik ponakan/sepupu dan orang–orang di sekitar tempat tinggal saya) mengikuti jejak saya. Masalah ekonomi pun tidak dipersoalkan. Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk memenuhi biaya sekolah, asalkan ada kemauan dan tekat yang kuat. Hingga saat ini ada yang sudah menjadi guru, polwan, perawat, dan PNS. Bangga mendengar kabar mereka yang sudah sukses dan aktif berperan dalam memajukan bangsa ini.

 

 

 

senyumin aja 2
Ilustrasi./Copyright pexels.com

Kalau saya sendiri bagaimana? Saya saat ini menetap di Yogkarata. Bersama dengan keluarga kecil saya dan juga sebagai orang tua dari mereka–mereka yang kuliah berasal dari kampung saya. Saya merasa sangat senang bisa membantu mereka, khususnya orang tua mereka untuk memantau anak–anaknya yang merantau untuk menimba ilmu. Ikut merasakan bagaimana susah senangnya jauh dari keluarga, dulupun saya begitu. Bahkan sebagai orang pertama dari kampung, saya kala itu tidak ada keluarga di Yogyakarta. Jadi sesama anak perantauan sama–sama saling menguatkan dan saling mendukung satu sama lain.

Di dunia karier, saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan swasta. Di bidang bengkel Body Repair Authorized ternama di Yogyakarta. Di sini pun saya membuktikan, bahwa perempuan pun bisa berkarier di dunia permesinan sama halnya dengan laki- laki dan bisa memimpin mereka untuk memajukan perusahaan.

Jadi, mari Sahabat Fimela kita tularkan hal–hal positif untuk sesama. Jangan takut menyuarakan aspirasi kita. Karena kita kaum perempuan mempunyai andil dalam memajukan negara tercinta ini. Generasi hebat lahir dari perempuan–perempuan yang hebat.

Salam.