Depresi Hingga Insomnia, Ini Dampak Buruk dari Perceraian

Mimi Rohmitriasih21 Mar 2019, 09:22 WIB
Perceraian

Fimela.com, Jakarta Perceraian merupakan momen yang sangat menyakitkan bagi setiap orang. Sama dengan patah hati dan putus cinta, perceraian menjadi salah satu momen yang bisa membuat seseorang merasa sangat sedih, terpuruk bahkan depresi. Ada begitu banyak penyesalan yang dirasakan setelah bercerai dengan pasangan.

Melansir dari laman prevention.com, perceraian tidak hanya memberikan dampak terhadap keharmonisan hubungan keluarga saja tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik dan psikis seseorang. Perceraian juga bisa menimbulkan trauma bagi seseorang untuk jatuh cinta lagi terlebih untuk memulai membangun rumah tangga kembali.

Perceraian bisa membuat seseorang merasa sangat stres dan depresi. Perceraian juga bisa membuat sikap seseorang mengalami perubahan secara drastis. Seseorang yang semula sangat ceria, ramah dan terbuka tiba-tiba bisa menjadi sangat pendiam, mudah minder dan hilang percaya diri. Dampak perceraian juga bisa membuat seseorang merasa cemas serta khawatir berlebihan.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Marriage and Family menyebutkan jika perceraian bisa meningkatkan risiko depresi dan insomnia. Lebih mengerikan lagi, dampak perceraian juga akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung lebih tinggi.

Penelitian lain yang diterbitkan di Journal of Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes menemukan jika perempuan yang bercerai dari suaminya memiliki risiko serangan jantung 245 lebih tinggi dari perempuan yang tidak bercerai. Perempuan yang bercerai juga lebih mungkin mengalami stres, depresi dan insomnia parah.

Mengingat dampak perceraian sangat mengerikan, yuk sama-sama menjaga hubungan asmara dengan suami senantiasa bahagia dan langgeng selalu.