Sekedar Jatuh Cinta atau Benar-Benar Mencintanya, Ini Perbedaannya

Mimi Rohmitriasih31 Mar 2019, 10:17 WIB
Couple

Fimela.com, Jakarta Mengenai jatuh cinta dan mencintai, kita mungkin sering menganggap bahwa keduanya sebagai hal yang sama. Sekilas tak pernah ada perbedaan di antara keduanya.

Namun Sahabat Fimela, antara jatuh cinta dan benar-benar cinta sebenarnya memiliki banyak perbedaan. Seseorang bisa dengan mudah jatuh cinta. Tapi, hanya sedikit orang yang mau dan mampu mempertahankan cinta tersebut setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan orang yang dicintainya.

Ketika dirimu jatuh cinta, dirimu ingin memiliki dan dimiliki. Tapi ketika hatimu tulus mencintai, melihatnya bahagia tanpa harus memilikinya sudah membuatmu merasa cukup. Cinta yang sesungguhnya bukan semata-mata hasrat ingin memiliki dan dimiliki. Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang kehadirannya sangat berarti di hidupmu tanpa menuntutnya untuk menjadi milikmu.

Cinta Sungguhan Membuatmu Jadi Pribadi Lebih Baik

Couple
Ilustrasi/copyright pixabay.com/sasint

Orang yang sedang jatuh cinta akan membuatnya lebih sering meminta, minta diperhatikan, minta mendapat balasan cinta yang sama besar bahkan lebih besar dan meminta agar orang yang dicintainya selalu ada di sisinya. Sementara itu, ketika seseorang mencintai dengan tulus, ia akan lebih banyak memberi tanpa meminta. Saat memberi, seseorang yang cintanya tulus tak akan meminta balasan atas apa yang telah ia berikan.

Jatuh cinta membuat emosi seseorang meladak-ledak tanpa bisa dikendalikan dengan baik. Namun, untuk orang yang sungguh-sungguh mencintai, emosinya bisa diatur dengan sangat baik. Seseorang yang tulus mencintai tak akan emosi ketika cintanya tak terbalas. Emosi orang yang sungguh mencintai pun tak pernah kelewat batas.

Mencintai dengan sungguh-sungguh membuatmu selalu ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Mencintai seseorang dengan tulus juga mengajarkanmu untuk mencintai dan menghargai dirimu sendiri dulu. Cinta yang sesungguhnya adalah ketika cinta itu membuatmu maupun membuatnya bahagia. Bukan sebaliknya, di mana dirimu dan dirinya menderita karenanya.

 

Lanjutkan Membaca ↓