9 Kunci Emas Menciptakan Kesan Pertama yang Hebat dalam Wawancara Kerja

Endah Wijayanti01 Apr 2019, 11:17 WIB
Diperbarui 01 Apr 2019, 11:17 WIB
terus maju

Fimela.com, Jakarta Setiap kali akan menjalani wawancara kerja biasanya kita akan sangat gugup dan deg-degan. Menciptakan kesan pertama yang baik menjadi salah satu kunci agar wawancara kerja berhasil. Hanya saja memang kadang agak susah untuk bisa menciptakan kesan yang hebat terlebih bila wawancara kerja yang akan kita lakukan adalah wawancara kerja pertama kita.

Tapi tak perlu panik, Sahabat Fimela. Ada tips dan trik yang bisa diikuti untuk bisa menciptakan kesan pertama yang hebat dalam wawancara kerja. Allan dan Barbara Pease dalam buku Kitab Bahasa Tubuh membagikan sembilan kunci emas untuk menciptakan kesan pertama yang hebat dalam wawancara kerja. Selengkapnya, langsung saja kita simak di sini, ya.

1. Di Area Penerimaan Tamu

Hindari memasuki sebuah kantor dengan tangan dipenuhi bawaan yang membuatmu terkesan berantakan dan terhuyung-huyung. Bila memungkinkan lepaskan jaket terluar yang dikenakan dan serahkan ke penerima tamu. Di area penerimaan tamu, sebaiknya tetap berusaha untuk berdiri, kecuali bila penerima tamu mempersilakanmu duduk.

2. Saat Masuk

Caramu memasuki ruangan akan memberitahu bagaimana dirimu ingin diperlakukan. Saat memasuki ruangan, berjalanlah tanpa ragu. Ketika berjalan melewati pintu ruangan seseorang, pertahankan kecepatan jalan yang sama. Hindari cara berjalan yang tergopoh-gopoh saat memasuki ruangan.

3. Pendekatan

Pertahankan kecepatan berjalan menengah dan panjang langkah menengah. Letakkan tas kantor, map, atau semua yang ada di tangan kita sebelum menjabat tangan pewawancara kerja. Lalu, segera duduk.

4. Jabatan Tangan

Tegakkan telapak tangan dan balas tekanan yang diterima secara setimpal. Biarkan orang lain yang memutuskan kapan dia akan mengakhiri jabatan tangan. Melangkahlah ke kiri dari meja persegi panjang saat kita mendekat untuk menghindari jabatan tangan dengan telapak menghadap ke bawah. Sebisa mungkin hindari jabatan tangan yang menyeberangi meja.

5. Ketika Duduk

Bila duduk di kursi yang rendah dan langsung berhadapan dengan pewawancara, berpalinglah 45 derajat darinya. Bila tak bisa menyudutkan kursi, bisa disiasati dengan menyudutkan tubuh kita. Dengan kata lain, duduk dengan agak sedikit menyerong bisa jadi cara efektif untuk memberi rasa nyaman pada diri kita saat diwawancara.

6. Area Duduk

Bila wawancara kerja di lakukan di area tak resmi di kantor dengan duduk di sofa rendah, usahkan untuk tidak "terbenam" ketika duduk. Duduklah tegak di tepi sofa untuk memudahkan kita mengendalikan bahasa tubuh dan gerakan kita.

7. Gerak Tubuh

Untuk memperlihatkan pribadi yang tenang dan terkendali, kita perlu menggunakan gerakan yang jelas, tak rumit, dan disengaja. Bila pantas dan memungkinkan, kita bisa meniru gerak tubuh dan mimik wajah lawan bicara atau pewawancara kerja.

8. Jarak

Menghormati ruang pribadi orang lain merupakan hal paling mendasar dari menit-menit pertama pertemuan. Kalau kita bergerak terlalu dekat, orang akan merespons dengan memundurkan posisi duduknya. Jaga jarak sewajarnya dengan pewawancara dengan tetap menghormati ruang pribadi masing-masing.

9. Berjalan Keluar

Selesai wawancara, kemasi barang dengan tenang. Jabatlah tangan bilamana mungkin, tersenyum, balikkan tubuh, dan berjalanlah keluar. Jika tadinya pintu tertutup saat kita memasuki ruangannya, tutuplah lagi saat kita meninggalkannya. Orang juga akan memperhatikan kita dari belakang saat kita meninggalkan mereka, sehingga penting juga untuk memastikan bagian belakang sepatu dan baju kita dalam keadaan rapi.

Sembila hal di atas merupakan hal-hal mendasar yang bisa dilakukan untuk menciptakan kesan pertama yang baik dalam wawancara kerja. Bisa disesuaikan dan dimodifikasi lagi sesuai dengan kondisi atau bidang pekerjaan yang sedang kita lamar. Semoga tips di atas bisa membantumu untuk lebih percaya diri menghadapi wawancara kerja, ya.