Saat Berbohong Refleks Kita Akan Menyentuh Hidung, Kenapa ya?

Endah Wijayanti13 Apr 2019, 12:19 WIB
jatuh cinta

Fimela.com, Jakarta Mengetahui seseorang berbohong atau tidak bisa dilihat dari bahasa tubuhnya. Meski kata-kata bisa dimanipulasi atau disembunyikan, tapi gerak dan bahasa tubuh bisa refleks menunjukkan kebenaran yang terjadi. Kalau kita merasa pasangan sedang berbohong, coba deh perhatikan gerakan atau bahasa tubuhnya.

Allan & Barbara Pease dalam Kitab Bahasa Tubuh menyebutkan ada delapan gerakan berdusta yang paling sering tampak, antara lain menutup mulut, menyentuh hidung, hidung yang gatal, menggosok mata, meraih telinga, menggaruk leher, menarik leher baju, dan jari di mulut. Pada pria, biasanya mereka akan menggosok mata dengan keras saat berbohong sambil memandang ke arah lain. Gestur tubuh pria dan perempuan mungkin agak sedikit berbeda ketika berbohong. Seperti pada gerakan menyentuh hidung saat berbohong, perempuan akan melakukan gerakan tersebut dengan usapan yang lebih halus dibandingkan pria, bisa jadi karena tidak ingin merusak rias wajahnya.

Kali ini kita akan membahas soal kenapa sih saat berbohong kita bisa refleks menggosok hidung? Para ilmuwan di Lembaga Riset dan Pengobatan terkait Bebauan dan Rasa di Chicago menemukan bahwa ketika kita berbohong, bahan-bahan kimia yang dikenal sebagai katekholamina akan dilepaskan, menyebabkan jaringan dalam hidung membengkak. Mereka menggunakan kamera pencitraan khusus yang menunjukkan alirah darah di tubuh untuk mengungkapkan bahwa dusta yang disengaja juga meningkatkan tekanan darah. Teknologi ini menunjukkan bahwa hidung manusia mengembang oleh darah saat dia sedang berdusta, yang dikenal sebagai "Efek Pinokio".

 

hubungan
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/fabian albert

Cukup menarik juga ya ternyata ada yang disebut dengan "Efek Pinokio". Lebih lanjut lagi dijelaskan bahwa meningkatnya tekanan darah akan mengembangkan hidung dan menyebabkan ujung-ujung saraf terasa geli, dan pada gilirannya menimbulkan gerakan menggosok hidung dengan cepat menggunakan tangan untuk menghilangkan "gatal". Fenomena yang sama ini juga bisa terjadi saat seseorang sedang kesal, cemas, atau marah.

Tapi kita juga perlu memerhatikan konteksnya. Misal, seseorang yang sedang pilek atau alergi debu bisa saja akan sering menyentuh hidungnya saat sedang berbicara karena gangguan atau masalah kesehatannya terebut. Bila suami sedang sakit pilek lalu kita meminta klarifikasi tentang sesuatu darinya dan dia menjelaskan sambil terus menyentuh hidungnya, ada baiknya kita tak langsung menuduhnya sedang berbohong. Memahami bahasa tubuh juga perlu disesuaikan dengan situasi atau konteks yang ada.

Gerakan menyentuh hidung yang menandakan seseorang sedang berbohong juga bisa berupa beberapa gosokan cepat di bawah hidung atau satu sentuhan hidung cepat, nyaris tak terlihat. Saat berkomunikasi dengan orang terdekat atau mendiskusikan masalah yang cukup pelik, kita perlu juga menyalakan "radar" memperhatikan bahasa tubuhnya. Setidaknya dengan begitu, kita bisa lebih peka dan terhindar dari sebuah kebohongan.