Kasus-Kasus Pemecatan karena Keteledoran Posting Konten di Media Sosial

Novi Nadya15 Apr 2019, 09:30 WIB
dampak negatif media sosial

Fimela.com, Jakarta Media sosial memiliki bagian penting dalam kehidupan banyak orang beberapa tahun belakangan. Banyak dari kita yang tidak bisa hidup tanpa mengecek feed Instagram, aktivitas dan pandangan orang di Twitter atau Facebook sampai penelusuran di Tumblr. 

Berbagai konten dengan mudah bisa kita dapatkan, dari info bermanfaat sampai cerita personal yang kadang-kadang jika salah waktu dan tempat bisa menimbulkan kekacauan. Seperti efek domino yang mengerikan dan menjungkirbalikkan kehidupan.

Seperti daftar orang-orang ini yang dunianya menjadi terbalik akibat keteledoran saat mem-posting materi di akun medsos pribadi. Entah kata-kata kasar tentang pekerjaan mereka, lelucon yang salah atau foto tidak menyenangkan yang menjadi bumerang.

Jadi pelajarilah kasus-kasus orang yang kehilangan pekerjaan alias dipecat karena postingan di media sosialnya. Karena kamu tidak pernah tahu siapa saja yang akan melihat postingan-mu melansir dari boredpanda.com.

2 of 6

1. Nicole Crowther

Pemain Glee Nicole Crowther mengakhiri kariernya di industri entertainment karena memposting spoiler acara yang ditayangkan Fox di akun Twitter-nya. Hal itu pun di-respons oleh salah seorang produser Glee Brad Falchuk untuk membalas tweet-nya.

"Siapa Anda yang sudah berani merusak karya orang berbakat yang telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menciptakan ini semua? Semoga Anda memenuhi syarat untuk bekerja selain di dunia hiburan," cuitnya.

Nicole pun mengakui jika cuitan tersebut menghancurkan hidupnya. Sebab ia masuk dalam daftar hitam di dunia entertainment, di mana menjadi impian untuk mengejar keterampilan aktingnya.

 

 

3 of 6

2. Holly Jones, Haidresser

Holly menuliskan kekecewaan dalam statusnya di Facebook setelah makan malam Tahun Baru di Kilroy's Bar N' Grill di Indianapolis. Ia memuat tulisan penuh emosional setelah menuduh para staf resto tersebut lebih mendahulukan menyelamatkan pecandu yang sedang overdosis daripada melayani ia dan teman-temannya.

Ia pun menerima balasan atas keluhan dari manager restoran yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata sosok yang disebutkan sebagai pecandu adalah wanita berusia 70 tahun yang harus dibawa ke rumah sakit karena serangan jantung.

Untungnya nenek tersebut selamat, sementara karier Jones tak bisa diselamatkan lagi. Ia pun dibombardir dengan kecaman dari warganet dan kehilangan pekerjaan. Sejak saat itu ia menghilang dari dunia per-socmed-an.

 

 

4 of 6

3. Reza Aslan

Postingan reaktif produser dan pembaca acara televisi CNN Reza Aslan di Twitter terhadap Trum atas serangan London Bridge 2017 juga berujung pemecatan. Sayangnya Aslan menyebut Trump dengan makian yang terlalu kasar dan tidak mendapatkan dispensasi oleh kantor jaringan berita yang mempekerjakannya.

 

 

5 of 6

4. Stephanie Bon

Seorang HR assistant di Lloyds Group membandingkan gajinya dengan CEO yang di-posting di akun Facebook pribadinya. Ia berujar jika CEO baru LGB mendapatkan £ 4.000 per jam, sementara dirinya hanya £7 dan hal itu adil.

Meski sama sekali tidak adil, ia juga tidak terlalu pintar untuk menuliskan keluhannya di media sosial. Di mana semua orang bisa melihatnya, termasuk rekan kerja bahan bos sendiri.

Bon pun akhirnya dipecat dengan tidak hormat. Ia mengatakan tidak terima dengan perlakuan tersebut, sebab apa yang dikatakan sama dengan obrolan teman-temannya di luar pekerjaan. Bedanya, temannya tidak mempublikasikan di social media.

 

 

6 of 6

5. Ashley Payne

2011 bisa jadi merupakan tahun di mana orang menemukan bahaya media sosial untuk pekerjaan. Seperti seorang guru bernama Ashley Payne yang dipaksa mengundurkan diri dari sekolah tempatnya mengajar.

Kala itu, Payne terlihat mengunggah foto liburannya ke Eropa. Dalam sebuah foto terlihat ia memegang dua gelas minuman beralkohol di tangannya.

Ia diberi pilihan untuk mengundurkan diri atau dipecat, dia memilih yang pertama. Payne tak tinggal diam, ia pun mencoba mendapatkan pekerjaannya kembali dengan menuntut sekolah namun kalah bertempur di jalur hukum.

Lanjutkan Membaca ↓