Bila Hidup di Kantor bagai Kerja Rodi, Resign Jadi Pilihan Terbaik

Endah Wijayanti24 Apr 2019, 18:40 WIB
kerja rodi

Fimela.com, Jakarta Punya pengalaman suka duka dalam perjalanan kariermu? Memiliki tips-tips atau kisah jatuh bangun demi mencapai kesuksesan dalam bidang pekerjaan yang dipilih? Baik sebagai pegawai atau pekerja lepas, kita pasti punya berbagai cerita tak terlupakan dalam usaha kita merintis dan membangun karier. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis April Fimela: Ceritakan Suka Duka Perjalanan Kariermu ini.

***

Oleh: Zeni Oktav - Tuban

Kutinggalkan Zona Nyamanku untuk Karier yang Lebih Baik

Kenyamanan adalah rasa utama yang menjadikan seseorang mampu bertahan dalam situasinya. Rasa nyaman di lingkungan kerja tentunya menjadi faktor utama bagi karyawan untuk bisa bertahan dan menikmati pekerjaannya. Rasa nyaman terhadap lingkungan sekitar kerja baik dari sarana dan prasarana kantor ataupun dengan sikap rekan kerja bagiku menjadi kunci utama seseorang untuk tetap bertahan pada pekerjaannya. Di sini aku ingin berbagi cerita tentang kenyamanan yang pernah kuperoleh di tempat kerja namun pada akhirnya tetap membuatku untuk mencari kehidupan karier yang lebih baik lagi.

Penantian panjang setelah 1,5 tahun lebih berjuang mencari kerja akhirnya rezeki berpihak padaku juga, aku berhasil diterima kerja di salah satu perusahaan swasta asing. Meskipun pekerjaan yang aku terima pada saat itu kurang sesuai dengan keinginanku tapi dengan sepenuh hati aku menerimanya. Tentunya pada awal bekerja banyak pihak yang bertanya kenapa aku bersedia menerima pekerjaan ini yang tidak sesuai dengan gelar pendidikan yang kuperoleh padahal aku bisa memperoleh posisi yang lebih tinggi dari yang kuterima. Alasanku bersedia menerima pekerjaan ini karena memang aku tipe orang yang selalu ingin memelajari hal baru dan tentunya ini akan menambah nilai pengalamanku di awal dunia kerja.

Di tempat ini aku bekerja sebagai resepsionis yang pada awalnya menjadi tantangan tersendiri bagiku, mengingat aku adalah tipe orang yang introver. Menjadi resepsionis membuatku bisa mulai terbuka terhadap orang karena memang syarat utama menjadi resepsionis adalah ramah dan murah senyum. Aku mulai belajar untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri untuk bisa berinteraksi dengan dunia kerjaku, menyapa dan menyambut hangat para tamu dan juga customer telah menjadi rutinitas wajib bagiku.

Selain itu menjadi resepsionis tentunya dituntut untuk selalu berpenampilan menarik sehingga akupun juga mulai belajar untuk merias diri guna menunjang penampilanku. Kenyamanan dalam bekerja akhirnya bisa kuperoleh dari pekerjaan yang awalnya tidak aku inginkan menjadi pekerjaan yang telah banyak membuatku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

 

Pekerjaan Makin Berat

sebelum resign
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Awal 6 bulan bekerja memang tidak ada kendala karena sesuai dengan jobdesk yang diberikan saat penawaran kontrak kerja, namun seiring berjalannya waktu pekerjaan yang aku tangani bukan hanya sebagai resepsionis saja, melainkan sudah bertambah menjadi store keeper karena pegawai yang biasa menangani telah resign dan perusahaan belum kembali melakukan rekrutmen sehingga atasanku memberikan tugas sementara itu ke aku. Dalam hal ini tentunya aku tidak hanya bekerja sebagai orang di belakang meja tapi aku juga turut membantu bekerja di lapangan (warehouse), dua pekerjaan yang berbeda tempat harus bisa aku lakukan dengan risiko bolak-balik dari kantor admin hingga ke warehouse sudah menjadi rutinitas wajib bagiku.

Dalam bekerja sebagai front office untungnya resepsionis kerja bersama dengan security sehingga ketika ada urusan di warehouse biasanya aku titipkan tugasku sementara ke security baik untuk menerima telepon atau menyambut tamu yang datang. Meskipun terkadang security juga sering mengeluh karena aku lebih sering bolak-balik warehouse juga. Selama satu tahun lebih aku menjalani pekerjaan yang tidak sesuai dengan jobdesk awal kontrak kerja hingga pada akhirnya aku dipindah jabatan untuk mengurusi warehouse.

Meskipun pada akhirnya aku pindah kontrak kerja sesuai dengan pekerjaan yang kujalani, namun pada nyatanya tidak mengubah sedikitpun gaji yang telah kuterima dari awal menjadi resepsionis. Perusahaan tidak memberikan kesempatan bagiku untuk berada dalam posisi tawar menawar gaji. Miris memang jika dibayangkan saat beban kerja yang kita terima semakin banyak tapi tidak memperoleh kompensasi yang sesuai, pasrah menjadi pilihanku saat harus tetap bertahan di tempat ini.

Memutuskan Resign

Ilustrasi resign
Ilustrasi.(Unsplash)

Hidup di kantor sudah berasa seperti kerja rodi karena memang banyaknya tugas kerja yang aku terima. Selama aku bertahan di tempat ini hanya rekan kerja yang menjadi penyemangat bagiku, ketika lelah melanda biasanya aku akan mencurahkan keluh kesahku kepada rekan kerja yang bagiku sudah seperti keluarga sendiri. Rasa kekeluargaan di tempat ini telah membuatku nyaman meskipun ada sedikit pemberontakan untuk segera mencari pekerjaan yang lebih baik.

Tiga tahun berjalan di tempat ini akhirnya Tuhan memberikan peluang baru bagiku. Hidupku berada pada sebuah pilihan ketika mendapat tawaran kerja dari teman di mana pekerjaan yang ditawarkan lebih menguntungkan dari apa yang kujalani saat ini. Dilema melandaku untuk memilih tetap bertahan atau segera mengajukan resign, karena tempat ini bagaikan cinta pertamaku dalam berkarier tentunya sudah memberikan kesan yang begitu mendalam bagiku.

Berat rasanya untuk harus berpisah dengan rekan kerja yang sudah kuanggap seperti keluarga sendiri, selain itu aku begitu menyukai lingkungan tempat kerjaku yang begitu nyaman. Setelah melalui istikhoroh dan pertimbangan yang matang serta saran dari keluarga dan teman akhirnya aku memutuskan untuk mengajukan resign dan menerima tawaran kerja dari temanku. Zona nyaman yang selama ini membuatku bertahan dalam bekerja akhirnya aku lepaskan, aku bersyukur tempat ini menjadi pengalaman pertamaku di dunia kerja. Terima kasih sudah membuatku menjadi sosok yang lebih tangguh di dunia kerja untuk nanti ke depannya bisa mencapai kehidupan karier yang lebih baik lagi bagiku.

 

Lanjutkan Membaca ↓