Awal Perjalanan Karier Tak Berjalan Mulus? Jangan Langsung Menyerah, ya!

Endah Wijayanti02 Mei 2019, 15:00 WIB
menulis

Fimela.com, Jakarta Punya pengalaman suka duka dalam perjalanan kariermu? Memiliki tips-tips atau kisah jatuh bangun demi mencapai kesuksesan dalam bidang pekerjaan yang dipilih? Baik sebagai pegawai atau pekerja lepas, kita pasti punya berbagai cerita tak terlupakan dalam usaha kita merintis dan membangun karier. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis April Fimela: Ceritakan Suka Duka Perjalanan Kariermu ini.

***

Oleh: A - Jakarta Pusat

Perjalanan karier saya dimulai ketika saya lulus dari Akademi Pimpinan Perusahaan dalam menyandang gelar ahli madya. Lulus sidang tahun September 2013, setelah mencapai hasil yang cukup memuaskan dengan IPK 3.24 dari hasil perjuangan saya sendiri. Saya bekerja di perusahaan yang merupakan salah satu perusahaan Jepang dalam bidang trading ekspor impor. Di perusahaan ini awal cerita suka duka saya berkarier menjadi seorang staf marketing. Jujur untuk bekerja di sini saya merasa belum mempunyai pemahaman yang 100% bisa dikuasai dan belum mudah beradaptasi dengan cepat dengan pekerjaannya, lingkungan pergaulan teman-temannya.

Sedikit duka dalam perjalanan karier pertama ini, saya merasa sedikit tulalit dalam berkomunikasi lewat email melalui korespondensi. Jujur saja, ini merupakan saat-saat di mana saya harus terus bertanya dan belajar dengan partner kerja saya. Ternyata buat saya, pertama kali saya berkarier itu tidak mudah, dan merasakan pahitnya sedikit dikucilkan dengan rekan kerja saya sendiri.

Wah, rasanya sungguh luar biasa sekali saya meng-handle barang yang sedikit saya belum kuasai dan harus bertanya dengan teman saya. Mungkin dia sebagai rekan kerja bosan kali untuk memberikan arahan dan petunjuk kepada saya agar terus memahami. Sedikit saya merasa bodoh, tapi dari pembelajaran ini saya selalu berbesar hati bahwa tidak ada yang tidak bisa jika dipelajari. Perlahan saya mulai mengerti dengan pekerjaannya, tetapi saya merasa ada rekan kerja bagian accounting yang sedikit tidak menyukai saya hingga akhirnya dia mungkin mengadu kepada atasan dalam menjelek-jelekkan saya.

Tanpa diminta 2 hari kemudian, saya meminta resign atau mengundurkan diri kepada atasan saya. Saya merasa tidak tahan dan betah jika tidak adanya suasana kerja yang menyenangkan dalam menjalani aktivitas jika, ada teman yang sedikit tidak suka. Mungkin, ini saya menganggap awal karier saya sebagai pekerja kantoran dalam dituntut untuk berinteraksi dalam adaptasi lingkungan kerja yang cepat. 

 

Pindah Kerja

[Bintang] Tarot Hari Ini: Mau Resign? Kenapa Nggak?
Ilustrasi. (Sumber foto: unsplash.com)

Setelah saya keluar dari perusaahaan tersebut, 2 bulan kemudian saya bekerja di sebuah perusahaan baru. Perbedaan yang saya rasakan di perusahaan ini adalah suasana bos yang menyenangkan seperti keluarga sendiri dan teman-teman yang bersahabat. Jujur saya merasa sangat senang di perusahaan ini.

Ini awal karier ke 2 saya, saya menjabat di bagian marketing ekspor impor. Di sini tugas saya, saya dipandu dan diarahkan oleh atasan saya sendiri dalam menjalani prosedur pekerjaan sesuai perusahaan dan cara mendapatkan nasabah yang baik. Jujur di perusahaan ini saya betah tapi, lokasi kantor di Lebak bulus yang terlalu jauh dari rumah membuat saya kelelahan dan sering terlambat.

Tapi yang membuat saya kagum dengan atasan saya adalah, jam kerja yang fleksibel dan tidak menuntuh. Itu sangat menyenangkan, 2 tahun saya bekerja di perusahaan ini, dengan kinerja kerja saya yang lumayan baik sebagai marketing, tetapi semakin lama perusahaan pun semakin menuntut saya untuk mendapatkan customer yang lebih banyak untuk menggunakan jasa perusahaan. Jujur saja, mengenai gaji dan tunjangan tidak seimbang dengan kinerja saya yang semakin hari semakin membaik.

Setelah 2 tahun 2 bulan Desember 2015 bos/atasan saya mungkin kecewa terhadap saya karena kinerja saya sebagai marketing yang terus menerus tidak mendapatkan nasabah. Oleh karena itu saya otomatis diberhentikan karena tidak memenuhi target perusahaan. Jujur sepertinya saya sangat kecewa dengan hari itu, tapi tidak apa-apa saya anggap ini merupakan pembelajaran untuk saya agar terus memperbaiki diri saya dan terus menanjak kesukesan.

Mendapat yang Lebih Baik

Ilustrasi wanita karir
Ilustrasi. (foto: shutterstock)

Dengan adanya kejadian ini saya semakin termotivasi dan terus mencari pekerjaan yang dapat membuat saya lebih baik. 1 Februari 2016 saya diterima di perusahaan yang baru. Jujur saya senang sekali bahwa Allah sangat baik terhadap saya. Saya langsung mendapat training dari atasan. Perasaan saya bercampur senang tapi, juga takut/gugup.

Dengan keyakinan yang kuat akhirnya saya bisa mengikuti prosedur pekerjaan di perusahaan baru tersebut dengan baik. Di sini awal keberhasilan saya karena, saya bisa melanjutkan S1 saya dan bisa membeli rumah saya sendiri. Wah, rasanya merupakan rasa syukur yang tidak ada habisnya kepada Allah swt. Dengan kegagalan dan pengalaman ini, merupakan awal motivasi saya untuk terus maju dan sukses. Karena hidup selalu memberikan pelajaran dan pembelajaran.

Saya berniat setelah S1 saya selesai saya ingin melanjutkan beasiswa master/S2 saya, dengan program gratis melalui beasiswa. Saya ingin sekali melanjutkan kuliah ke negara Malaysia atau Singapura. Saya yakin dengan kemauan, belajar dan kerja keras tidak ada yang tidak mungkin dalam mencapai kesuksesan dan puncak karier.

 

Lanjutkan Membaca ↓