Peran Orang Tua Saat Kasus Bullying Anak Terjadi

fitriandiani03 Mei 2019, 16:00 WIB
Diperbarui 03 Mei 2019, 16:00 WIB
Bullying

Fimela.com, Jakarta Beberapa waktu belakangan, ada kasus bullying anak yang mencuat ke media sosial. Kali ini bahkan itu terjadi di kalangan anak TK, di mana muncul cerita dari pihak-pihak yang anaknya dikucilkan oleh teman-teman lain karena perkara materi.

Menanggapi hal ini, orang-orang dewasa di sekitar anak-anak tersebut harus mengambil perannya dan menghentikan perkara tersebut sampai di sana. Jangan sampai hal ini berlanjut jadi kasus perundungan yang lebih parah di kemudian hari.

Melansir dari Daily Mail, inilah tindakan yang harus dilakukan orang tua ketika anak menjadi korban bullying.

1. Mengidentifikasi masalah

Orang tua tentu harus menanggapi hal ini dengan bijaksana. Pertama-tama, pastikan dulu bahwa anak benar jadi korban bullying. "Ada banyak tanda, namun perubahan perilaku seperti menarik diri dari hubungan sosial atau tidak ingin sekolah merupakan tanda mungkin dia menjadi korban bully," kata psikolog Sheffield Hallan University, Mark Heaton, dikutip dari Daily Mail.

 

2. Pahami apa itu bullying

Ilustrasi parenting
Ilustrasi parenting. (Dan76/Shutterstock)

Orang tua dan anak harus satu pemahaman mengenai apa itu bullying, terutama yang terkait dengan perlakuan yang diterima anak di sekolahnya. "Jika mereka diganggu padahal tidak melakukan kesalahan, seharusnya anak berhak untuk tidak diganggu," kata Profesor Peter Smith dari University of London, dikutip dari Daily Mail.

3. Jangan renggut kesempatan anak sekolah

Mengetahui anak jadi korban bully pasti membuat gusar orang tua, namun perlu diingat bahwa mengurung anak agar terhindar dari bullying tersebut, dalam hal ini melarangnya bersekolah atau memindahkan sekolahnya, bukan solusi. Lebih penting memastikan anak-anak tahu apa yang harus dilakukan bisa mereka dapat perlakuan tidak menyenangkan lagi dari teman-temannya.

Lanjutkan Membaca ↓