Ini Penyebab Sebenarnya Generasi Milenial Sulit Menabung

Annissa Wulan09 Mei 2019, 20:30 WIB
Ilustrasi uang

Fimela.com, Jakarta Menurut laporan Organisation for Economic Cooperation and Development atau OECD, setiap generasi setelah baby boomer, termasuk generasi milenial memiliki ekonomi yang lemah. Studi terbaru menyatakan bahwa pendapatan rumah tangga menengah hampir tidak tumbuh dalam beberapa dekade terakhir.

Harga rumah telah tumbuh tiga kali lebih cepat daripada pendapatan rata-rata rumah tangga selama dua dekade terakhir. Lebih dari 1 dari 5 rumah tangga dengan pendapatan menengah membelanjakan lebih dari yang mereka peroleh.

Hal tersebut juga berpengaruh pada generasi milenial yang berusaha membeli rumah, membesarkan keluarga, dan menghapus hutang, sedangkan biaya di sekitar mereka meningkat, seperti dilansir dari independent.co.uk, Kamis (9/5/2019). Faktanya, gaya hidup yang dulunya dianggap standar bagi orang-orang berpendapatan menengah telah menjadi tidak terjangkau saat ini untuk generasi milenial.

 

Mengapa generasi milenial sulit menabung?

Uang
Ilustrasi uang (iStockphoto)

Beberapa penelitian lainnya mengungkapkan bahwa hutang rumah tangga tanpa jaminan telah naik secara dramatis di tahun 2018. Tidak heran jika pembayaran hutang menjadi bagian penting dari pengeluaran.

Generasi milenial berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup, karena mereka harus bersaing dengan beban tambahan, seperti biaya perawatan atau pengasuhan anak yang tinggi. Tingkat hutang meningkat, kepemilikan rumah turun, biaya hipotek, dan sewa yang tinggi menjadi masalah bagi keamanan finansial generasi milenial saat ini, walaupun ada peningkatan pendapatan.

Saksikan video menarik setelah ini

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓