Tradisi Ramadan Berbeda dari 3 Negara di Dunia

fitriandiani12 Mei 2019, 14:00 WIB
Tradisi Ramadan dari Berbagai Penjuru Dunia

Fimela.com, Jakarta Bulan Ramadan bukan cuma soal beribadah puasa sebulan penuh. Bulan ini istimewa karena menyangkut budaya, keyakinan, dan sejarah. Tak heran kalau muslim di berbagai penjuru dunia punya cara merayakan yang unik.

Dari ritual mandi sampai menembakkan meriam, berikut tradisi budaya merayakan Ramadan yang berbeda-beda dari berbagai penjuru dunia.

Budaya 'bersih-bersih' dari Jawa, Indonesia

Beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur mempertahankan tradisi bersih-bersih setiap menjelang Ramadan dalam rangka pemurnian diri yang disebut 'Padusan'. Dalam tradisi ini mereka terjun di mata air, lalu membasahi tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki. Mata air memegang makna spiritual dalam budaya jawa.

 

Menembakkan Meriam di Lebanon

Ilustrasi meriam ramadan
Ilustrasi meriam ramadan. (Foto: shutterstock)

Di banyak negara timur tengah, meriam ditembakkan sebagai penanda berakhirnya puasa setiap harinya. Tradisi ini dikenal sebagai midfa al iftar. Konon tradisi ini telah dimulai di mesir lebih dari 200 tahun lalu. Saat menguji meriam baru kala matahari terbenam, Ottoman Khos Qadam, penguasa di masa ini, tak sengaja menembakkannya. Suara meriam yang bergema mendorong warga sipil menganggap bahwa ini cara baru untuk menandai akhir puasa.

Para lelaki di Irak bermain permainan tradisional setelah buka puasa

Di Irak, para lelaki berkumpul untuk main permainan tradisional; mheibes. Permainan ini melibatkan dua kelompok yang terdiri dari sekitar 40 sampai 250 pemain yang semuanya bergiliran untuk menyembunyikan mheibes (cincin). Permainan dimulai dengan pemimpin tim memegang cincin, lalu memberikannya secara rahasia ke anggota kelompoknya. Lawan mereka harus menentukan di antara puluhan lelaki tersebut di mana cincinnya berada.

Simak juga video berikut:

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓