Katanya Buka Bersama, Tapi Kok Malah Sibuk Sama Ponsel Masing-masing?

Ivana Okta10 Mei 2019, 13:15 WIB
buka bersama

Fimela.com, Jakarta Di bulan Ramadan ini tentu akan sangat banyak sekali undangan untuk buka bersama. Senin bukber teman SMP, Selasa bukber teman SMA, Rabu bukber teman arisan, dan seterusnya. Rasanya tiada hari tanpa acara buka bersama.

Buka bersama memang sangat baik karena menyatukan teman-teman yang sudah lama tak jumpa. Buka bersama sering sekali jadi ajang reunian bersama kawan yang mungkin sudah bertahun-tahun tidak pernah bertemu. Bukber menyambung silaturahmi.

 

Buka bersama seharusnya menyambung tali silaturahmi.

buka bersama
buka bersama/copyright: shutterstock

Sayangnya, buka bersama beberapa tahun belakangan ini malah diwarnai dengan orang yang sibuk dengan gadget masing-masing. Well, hadirnya gadget atau handphone memang sangat membantu mendekatkan yang jauh. Tapi saat acara silaturahmi seperti ini malah menjauhkan yang dekat.

Semenjak media sosial booming, interaksi yang dilakukan secara langsung dengan tatap muka sekarang sudah berubah. Banyak orang yang jadi malas berinteraksi sosial dan malah sibuk dengan ponselnya masing-masing.

Saat buka bersama, bukannya seharusnya mengobrol dan saling tukar cerita selama kebersamaan, kebanyakan orang malah sibuk memegang dan berkutat dengan ponsel mereka masing-masing. Entah itu untuk update status, foto dan langsung diupdate di sosial media, sampai untuk membalas chatting. Kalau pas lagi makan, pasti Sahabat Fimela akan menyempatkan diri buat memotret makanannya lalu di-upload di Instagram atau Facebook. Tujuannya sih biar kelihatan eksis dan memperlihatkan keseruan acara ngumpul di media sosial. Ngaku deh? Cuma yang kadang kita lupa adalah kita jadi terlalu fokus pada media sosial. Interaksi kita di media sosial membuat kita jadi makin cuek dengan sekitar kita.

Banyak yang sibuk posting sana-sini daripada fokus quality time bareng sahabat yang lama tak jumpa.

berbuka bersama
buka bersama/copyright: shutterstock

Acara kumpul-kumpul harusnya bisa lebih asyik tanpa harus terganggu ponsel. Nah, untuk itu bisa banget kok membuat beberapa aturan sederhana agar buka bersama jauh lebih berkesan.

  • Pertama, katakanlah di awal untuk 'puasa ponsel' sementara waktu selama acara berbuka. Acara ini ditujukan untuk kangen-kangenan dan mengobrol satu sama lain sambil melihat wajah kawan lama kita. Nah, hal inilah yang tidak didapat jika mengobrol lewat ponsel. Mungkin bisa dengan video call, tapi interaksi langsung dan juga chemistry yang terbangun tidak akan sama seperti saat sedang bertatap muka. Interaksi langsung dan tatap muka ini sangatlah penting. Bisa ngobrol langsung, tertawa bareng, sampai bercanda ngalor ngidul, keseruannya dan kesannya baru bisa terasa kalau sudah tatap muka. Buat aturan, semua tidak diperbolehkan mengecek ponsel selama sedang berkumpul, kecuali ada panggilan telepon darurat. Atau diperbolehkan membuka ponsel setiap 1-2 jam sekali saja. Kalau ada yang melanggar bisa dihukum atau didenda. Seru kan?
  • Selanjutnya, coba buat acara yang menyenangkan saat berbuka bersama. Biasanya orang akan melihat ponsel dan sibuk dengannya saat merasa bosan. Nah, jika acara buka bersama tak membosankan, ponsel pasti akan diletakkan dan fokus pada acara tersebut.
  • Agar tak terganggu dengan ponsel saat acara berkumpul ada baiknya mematikan notifikasi. Acara buka bersama biasanya cuma berlangsung paling lama 4 jam saja. Dari awal bisa dengan membuat status bahwa akan tidak bisa dihubungi selama waktu tersebut. Orang yang akan menghubungi pun pasti akan mengerti. Pokoknya manfaatkan acara menyambung tali silaturahmi ini dengan sangat baik dan maksimal.

Momen buka bersama memang bisa mempererat tali silaturahmi. Tapi, apa guna jika masih sibuk nunduk dan berkutat dengan ponsel sendiri?

Simak video ini juga yuk.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓