Mengenal Proses Penularan dan Gejala Cacar Monyet

Ayu Puji Lestari14 Mei 2019, 10:50 WIB
Penyakit cacar

Fimela.com, Jakarta Cacar monyet atau monkeypox merupakan salah satu penyakit langka yang disebabkan oleh virus. Ditularkan hewan ke manusia. Seperti yang dilansir dari who.int (14/5) cacar monyet pertama kali menyerang manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo (kemudian dikenal sebagai Zaire).

Kini cacar monyet kembali diperbincangkan, setelah dilaporkan penyakit ini ditemukan di Singapura. Sebelumnya cacar monyet ini dilaporkan hanya terjadi di Afrika, Amerika, dan Inggris.

Tentu saja kabar ditemukan cacar monyet di Singapura membuat Indonesia yang berdekatan dengan negara ini pun meningkatkan kewaspadaannya. Well, sebenarnya bagaimana sih penyebaran dan penularan cacar monyet ini? Yuk, simak informasi di bawah ini.

Proses penularan cacar monyet

Demam
Demam karena cacar/copyright shutterstock

Berdasar keterangan yang dilansir dari who.int (14/5) penularan dan penyebaran cacar monyet dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama dari hewan yang terinfeksi dengan manusia. Kedua penularan dari manusia ke manusia.

Penularan primer yaitu penularan cacar monyet secara langsung. Kontak langsung dengan darah, cairan tubuh hewan (seperti tikus) yang terinfeksi dapat menyebabkan tertular cacar monyet. Selain itu makan daging hewan terinfeksi yang cara memasaknya tidak benar dapat menyebabkan tertular cacar monyet.

Penularan sekunder, manusia ke manusia dapat terjadi karena adanya kontak dekat dengan sekresi saluran pernapasan penderita. Selain itu, bisa pula disebabkan karena terkontaminasi oleh cairan pasien yang terinfeksi.

Gejala cacar monyet yang perlu diketahui

Cacar
Ilustrasi/copyright shutterstock

Dalam laman World Health Organization masa inkubasi virus cacar monyet adalah 6-16 hari. Masih seperti yang dilansir dari who.int (14/5) gejala akibat cacar monyet terdiri dari dua fase yaitu:

  • Periode invasi terjadi 0-5 hari yang ditandai dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, mialgia (nyeri otot) dan asthenia yang intens (kekurangan energi).
  • Periode erupso kulit dalam rentang waktu 1-3 hari setelah munculnya demam. di mana berbagai tahap ruam muncul sering dimulai pada wajah dan kemudian menyebar di tempat lain di tubuh. Wajah (dalam 95% kasus), dan telapak tangan dan telapak kaki (dalam 75% kasus) paling terpengaruh. Evolusi ruam dari maculopapules (lesi dengan basis datar) ke vesikel (lepuh berisi cairan kecil), pustula, diikuti oleh kerak terjadi dalam waktu sekitar 10 hari. Butuh waktu 3 minggu hingga semua ruam hilang dari kulit.

Yang perlu dipahami, penyakit cacar monyet ini biasanya bisa sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari 14 hingga 21 hari. Kasus yang parah terjadi lebih sering pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien dan tingkat keparahan komplikasi.

Meskipun demikian, Sahabat Fimela tetap waspada ya.

Simak Video di Bawah Ini

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓