Ketahui Gejala Lupus, Penyakit yang Diderita Selena Gomez

Anisha Saktian Putri21 Mei 2019, 10:30 WIB
women/pixabay

ringkasan

  • Lupus merupakan penyakit yang sering menyerang perempuan
  • Gejala bisa dilihat dari tanda fisik, kelelahan berlebihan, nyeri sendi, demam sangat tinggi, sensitif pada sinar matahari, dan berat badan terus turun
  • Mencegah lupus caranya dengan menjalankan gaya hidup sehat, tidak merokok, dan rutin berolahraga
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Lupus merupakan penyakit yang sering menyerang perempuan. Penyakit ini juga menyerang selebriti dunia, Selena Gomez, bahkan karena penyakit ini, ia juga mengalami gagal ginjal. Hal ini bisa terjadi karena lupus merupakan penyakit autoimun yang rentan menyebabkan komplikasi terutama pada ginjal.

Lupus lebih banyak menyerang perempuan usia produktif, sulit dideteksi, dan tidak mudah disembuhkan. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk mengetahui tentang penyakit lupus.

Head of Health Claim Department Sequis dr. A.P. Hendratno mengatakan, gejala awal penyakit lupus seringkali tidak terdeteksi karena gejala yang ditunjukkan tidak khas dengan manifestasi klinis yang bervariasi dari ringan sampai berat. Tingkat keparahannya pun dari ringan, berat hingga mengancam jiwa. Secara umum, tanda fisik yang sering dikeluhkan pasien, seperti kelelahan berlebihan, nyeri sendi, demam sangat tinggi, sensitif pada sinar matahari, dan berat badan terus turun.

"Lupus bukan disebabkan oleh penurunan daya tahan tubuh tetapi kondisi kekebalan tubuh yang kehilangan kemampuan membedakan sel dan jaringan tubuh sendiri dengan substansi asing sehingga sistem kekebalan tubuh malah menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh itu sendiri," ujarnya dalam siaran pers.

Ia mengatakan, sebaiknya, obat atau suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunostimulator) dihindari atau tidak dikonsumsi. Jika gejala awal sudah terlihat, lebih baik segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui diagnosa awal, mendapatkan pengobatan, dan mengontrol respon autoimunitas untuk mengurangi kerusakan organ yang diserang.

 

Penyakit Lupus pada Perempuan

Lupus, Penyakit yang Selalu Mengintai Wanita
Lupus, Penyakit yang Selalu Mengintai Wanita

Dokter spesialis penyakit dalam OMNI Hospitals Pulomas, dr.Suzy Maria, Sp.PD mengatakan hormon seksual pada perempuan dapat memodulasi sistem imun itulah sebabnya dapat terjadi penyakit autoimun, terutama pada perempuan dengan kerentanan genetik.

"Pada perempuan dengan penyakit lupus dalam keadaan hamil, dapat menimbulkan komplikasi yang membahayakan ibu dan janin," ujar dr. Suzy.

Ia menyarankan agar pasien penyakit lupus mengomunikasikan pada dokter jika berencana menikah dan punya anak karena penyakit ini juga menjadi penyebab meningkatnya kematian janin dalam rahim.

“Umumnya kurun waktu sekitar 6 bulan setelah remisi (keadaan penyakit terkontrol) adalah waktu yang aman untuk merencakan kehamilan, sedangkan jika lupus sudah menyerang ginjal sebaiknya menunda kehamilan sampai 12 bulan setelah remisi. Tentu dokter akan menyesuaikan obat yang diberikan pada pasien lupus sebelum ia hamil, yaitu obat yang aman dikonsumsi saat kehamilan," tambah dr.Suzy.

Ia juga menegaskan bahwa dokter akan menambahkan obat lain untuk melindungi ibu dan janin selama kehamilan bila ada penyulit atau penyakit penyerta.

 

 

Menjalankan Gaya Hidup Sehat

jenuh 2
Ilustrasi peremuan (unsplash.com/@anthonytran)

dr. Hendra menegaskan selagi sehat sebaiknya aktif menjalankan gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya penyakit lupus.

“Sebaiknya kita terutama perempuan mempraktikkan gaya hidup sehat, tidak merokok, dan rutin berolahraga. Sementara mereka yang penyakit lupusnya sudah terkontrol sebaiknya menghindari faktor pencetusnya, seperti paparan sinar matahari langsung, stres, dan tidak mengonsumsi obat-obatan yang tidak perlu apalagi tanpa sepengetahuan dokter, jangan lupa gunakan lotion pelindung kulit pada bagian kulit yang akan terpapar sinar matahari,” tambah dr. Hendra.

Ia juga menyarankan agar tetap melakukan kontrol ke dokter setiap 6 bulan sampai dengan 1 tahun sekali untuk mengevaluasi kesehatan karena interaksi dengan sekitar dapat memicu penularan penyakit.

Simak video berikut

#Growfearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓