Menemukan Cinta dan Kasih Sayang dengan Memaafkan

Endah Wijayanti28 Mei 2019, 16:15 WIB
kasih sayang dari memaafkan

Fimela.com, Jakarta Punya cerita mengenai usaha memaafkan? Baik memaafkan diri sendiri maupun orang lain? Atau mungkin punya pengalaman terkait memaafkan dan dimaafkan? Sebuah maaf kadang bisa memberi perubahan yang besar dalam hidup kita. Sebuah usaha memaafkan pun bisa memberi arti yang begitu dalam bagi kita bahkan bagi orang lain. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Fimela: Sambut Bulan Suci dengan Maaf Tulus dari Hati ini.

***

Oleh: W - Pasuruan

Makna dari sebuah maaf itu bisa lebih sangat mahal nan berharga dari emas ataupun berlian. Ketika maaf itu terucap dan terjadi dalam kehidupan kita akan membuat suasana yang lebih baru lagi, lebih bahagia, lebih indah dan bisa muncul rasa cinta dan kasih sayang yang lebih bermakna. Memaafkan itu tidak semua orang mudah melakukannya termasuk aku.

Belajar dari kejadian yang membuatku harus memiliki sisi dewasa yang lebih besar lagi, kelapang dadaan dan berpikir untuk perjalanan persahabatan ku saat itu, karena kisah yang aku hadapi bukan dengan orang tua ataupun keluarga besar tetapi sahabat aku sendiri. Persahabatan itu bermula dari satu kelompok ospek sampai kegiatan kampus dan sehari-hari selalu bersama-sama, kedekatan persahabatan kita terjalin sangat dekat layaknya saudara kandung kakak dan adik apapun yang terjadi dengan kita saling mendukung dan tidak hanya itu kita pun saling jahil satu sama lain. Dia sedih, sakit dan bahagia aku bisa merasakannya juga itupun sebaliknya, sampai-sampai orang lain yang melihat kami seperti saudara kandung banyak yang bilang kita sweet friendship karena bagaimanapun kondisiku dia yang sangat khawatir yang mana aku harus sering beri kabar ke dia, telepon sampai video call.

Akan tetapi suatu waktu kejadian yang sangat besar terjadi dalam hubungan persahabatan kita yang tidak pernah aku pikirkan atau aku bayangkan sama sekali suatu pandangan buruk dan tuduhan buruk mengarah ke aku. Saat itu sikap dia yang sedikit demi sedikit berubah menjadi dingin yang tidak pernah lagi bercanda denganku hingga berangkat kuliah bersama pun kita mulai menghilang, benar-benar terasa berat buat aku terima rasa sedih pasti ada dan kecewa, aku pun mencoba mulai mendekati dia tetapi respon yang dia berikan pun tidak baik malah menjauh dan acuh di situ aku mendapat semangat dari sahabat aku yang laki-laki untuk mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya ke dia.

 

Memaafkan untuk Kebaikan

maaf adalah obat
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Usaha itu sudah kulakukan tetapi dia tetap kukuh bahwa aku yang melakukan hal buruk itu, segala kejujuran yang aku ucapkan dia tepis dengan sikap dinginnya akupun mencoba mencari jalan keluar dengan menceritakan hal itu kepada kedua orang tuaku dan orang tuanya sampai-sampai usaha orang tua kami pun untuk saling mendamaikan tidak dia tanggapi. Masalah itu berlangsung selama 3 bulan tekanan yang aku hadapi benar-benar berat yang mana aku dikucilkan, dicemooh hingga tidak ada yang mau berkomunikasi dengan aku.

Sehingga aku menemui dia ke kamar kost untuk meminta penjelasan yang terjadi dan meminta maaf, di saat itu aku tuangkan apa yang aku rasakan dan alami di sana kita sama-sama saling menuangkan rasa bahwa yang kita jalani saat itu membuat kita sama-sama berat karena kejadian seperti itu tidak pernah kita harapkan. Usaha yang aku lakukan pun tidak membuahkan hasil dan aku teringat akan pesan dari orang tuaku untuk belajar memaafkannya terlebih dahulu meskipun dia tidak mengucapkan kata maaf dari bibirnya. Penerimaan untuk terus belajar memaafkan sedikit demi sedikit bisa membuatku ada rasa ikhlas, bahagia, bisa berdamai dengan diriku sendiri, mencoba menjalani aktivitas seperti biasanya, mencoba mulai tersenyum ke teman-teman saat di kampus, dan mencoba berkomunikasi singkat dengan mereka.

Sampai akhirnya tuduhan dan fitnahan itu bisa tertepis dengan sebuah bukti bahwasanya apa yang selama ini ditujukan ke aku salah besar karena kejadian buruk ini adalah sebuah adu domba untuk menghancurkan persahabatan kita dikarenakan dia merasa iri akan hubungan kita yang sangat dekat dan dia tidak ingin melihat persahabatan kita berlangsung lama, dia ingin merebut sahabatku agar mau berteman dengannya. Malam hari itu juga sahabatku langsung menemui aku dan dia meminta maaf sambil memeluk aku erat dan memegang tanganku untuk mau memaafkan serta dia berjanji akan memperbaiki hubungan ini sekaligus citra ku dihadapan teman-teman kampus.

Perasaanku saat itu sangat bahagia sekaligus terharu melihat dia yang kembali seperti yang dulu penuh kehangatan dan kasih sayang muncul di aura wajahnya, seketika malam itu juga aku langsung memberi maaf untuknya dan mengabarkan keadaan itu kepada kedua orang tua kita. Persahabatan kami pun berangsur-angsur membaik dan kami pun saling menjaga dan bertoleransi, karena memaafkan terlebih dahulu itu tidaklah buruk tetapi itu sangat mulia karena dari kita yang mengawali hal yang baik akan berakhir dengan kebaikan yang luar biasa berlatih untuk bersikap dewasa dan ikhlas.

 

Simak Video di Bawah Ini

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓