Mengapa Minyak Goreng Sebaiknya Tak Dipakai Berulang Kali?

Ivana Okta12 Jun 2019, 09:45 WIB
Minyak Goreng

Fimela.com, Jakarta Rasanya sayang jika minyak goreng hanya dipakai sekali menggoreng saja dan langsung dibuang. Memang untuk menghemat, ibu-ibu sering menggunakan kembali minyak goreng yang sudah dipakai. Well, menggunakan minyak bekas boleh-boleh saja. Tetapi, dengan aturan jika minyak goreng yang dipakai hanya boleh sebanyak dua-tiga kali saja.

Minyak goreng yang sudah dipakai lebih dari dua kali atau lebih (minyak jelantah) pun akan terlihat lebih kusam warnanya. Jika sudah begini sebaiknya tidak digunakan lagi. Berikut alasan mengapa minyak sebaiknya tidak digunakan lebih dari tiga kali.

2 of 3

Bisa membahayakan kesehatan tubuh.

minyak goreng
ilustrasi minyak/copyright Shutterstock
  • Yang pertama adalah karena seiring berjalannya waktu, minyak goreng yang sering dipakai akan kehilangan susunan asam lemak tidak jenuhnya. Kandungan yang terus dipanaskan ini malah bisa berubah menjadi lemak jenuh atau radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan. Lemak jenuh yang dihasilkan dari minyak jelantah ini bisa berujung sebagai pemicu berbagai penyakit dalam tubuh karena menyumbat pembuluh darah dan menimbulkan penyakit-penyakit berbahaya bagi tubuh seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker.
  • Minyak bekas ini juga bisa menjadi pemicu sakit tenggorokan. Minyak yang dipakai berulang-ulang dalam suhu panas ini bisa membentuk kandungan akrolein yang menyebabkan rasa gatal di tenggorokan.
  • Minyak yang digoreng berkali-kali dalam penggorengan akan menghasilkan sisa-sisa atau serbuk penggorengan. Serbuk ini bisa jadi pemicu kolesterol tinggi dalam tubuhmu.
  • Minyak jelantah sendiri ternyata sangat disukai jenis jamur aflatoksin untuk berkembang biak. Jamur ini akan mengeluarkan racun aflatoksin yang sangat berbahaya bagi kesehatan hati manusia.

Semoga informasi ini bermanfaat untukmu ya Sahabat Fimela.

3 of 3

Simak Video Ini Juga Yuk.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓