Mengenal Gejala dan Tanda Kanker Otak

Ayu Puji Lestari17 Jun 2019, 10:45 WIB
Kanker Otak

Fimela.com, Jakarta Ketika mendengar kata kanker yang terbesit dalam diri kita adalah sesuatu yang menyeramkan. Salah satu penyakit yang memiliki risiko tinggi kematian salah satunya adalah kanker otak. Setelah lama tidak terdengar, kabarnya kini Agung Hercules sedang berjuang melawan kanker otak.

Kanker otak dibagi menjadi dua tipe yaitu kanker otak primer dan sekunder. Kanker orak primer penyebabnya datang dari otak. Sedangkan kanker otak sekunder muncul dari bagian tubuh lain dan menyebar hingga ke otak.

Seperti yang dilansir dari WebMD, kanker otak lebih banyak diderita oleh pria ketimbang perempuan. Dan semakin bertambah usia pria, maka risikonya pun semakin tinggi.

Gejala dan Tanda Kanker Otak

Leukimia
Ilustrasi kanker darah/copyright shutterstock

Dikutip dari hellosehat.com gejala kanker otak antara lain:

  • Sakit kepala, terutama di pagi hari. Sakit kepala bisa terasa ringan atau bahkan terasa berat
  • Kelemahan otot yang sering terjadi di salah satu sisi tubuh
  • Parestesi, tubuh seperti merasa seperti ditusuk jarum dan kesemuran
  • Tubuh sulit untuk seimbang dan koordinasi pada gerakan tubuh berantakanKesulitan berjalan, lengan dan kaki kadang juga menjadi lemah
  • Kejang
  • Perubahan status mental. Ini bisa berupa perubahan konsentrasi, ingatan, perhatian, bahkan kebingungan tanpa sebab
  • Merasakan mual dan muntah terutama di pagi hari dengan yang bisa disebabkan oleh vertigo
  • Kelainan dalam penglihatan (misalnya, penglihatan ganda, penglihatan kabur, hilangnya penglihatan tepi)
  • Kesulitan berbicara ( yang diakibatkan oleh gangguan suara)Perubahan bertahap dalam kapasitas intelektual atau emosional. Misalnya, sulit atau mengalami ketidakmampuan untuk berbicara yang diikuti dengan tidak paham dengan apa yang lawan bicaranya katakan.

Mengenal Penyebab Kanker Otak

Ilustrasi Pasien Kanker, Kanker, Pasien (iStockphoto)
Tak Jarang Napsu Makan Pasien Kanker Justru Menurun Akibat Pengobatan (Ilustrasi/iStockphoto)

Seperti dikutip medicinenet, seseorang yang berisiko terkena kanker otak adalah individu yang memiliki pekerjaan di sebuah kilang minyak, penangan bahan bakar jet atau bahan kimia seperti benzena, ahli kimia, pembalsem, atau pekerja karet industri. Risiko kanker otak lebih tinggi dibanding mereka yang memiliki pekerjaan di bidang yang biasa.

Dan perlu digarisbawahi riwayat keluarga dengan kanker otak sebagai penyebab tumor otak belum terbukti. Namun faktor risiko lain seperti merokok, paparan radiasi, dan infeksi virus (HIV), memicu terjadinya kanker otak.

Selain itu penggunaan handphone yang berlebih tidak ada hubungannya dengan risiko kanker otak. Meskipun banyak peneliti yang mengklaim bahwa aspartam (pemanis buatan) yang menyebabkan kanker otak, tapi itu bukan satu-satunya alasan. Ada banyak faktor pendukung lainnya.

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk penderita kanker otak antara lain operasi pengangkatan sel kanker di otak, kemoterapi dan radioterapi. Well, menjaga kesehatan jauh lebih baik daripda mengobati. Yuk, jaga pola hidupmu. Selamat menjalankan hidup sehat Sahabat Fimela.

Simak Video di Bawah Ini

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓