Usai Bertengkar dengan Pasangan, Hindari 4 Hal Ini agar Badai Segera Berlalu

Endah Wijayanti21 Jun 2019, 16:07 WIB
usai bertengkar

ringkasan

  • Sikap Dingin dan Membisu
  • Mencari Alasan untuk Membela Diri
  • Mengucap Maaf Sepintas Lalu
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Ketika pertengkaran terjadi, rasanya sulit untuk berpikir sehat. Kita sama-sama emosi dan menuruti ego masing-masing. Tapi yang sering terlupakan adalah soal sikap kita setelah pertengkaran usai. Pertengkaran bisa jadi "bom waktu" dalam hubungan bila tak disikapi dengan cara dewasa.

Usai bertengkar, ada beberapa hal dan sikap yang sebaiknya dihindari. Tujuannya agar badai pertengkaran bisa segera mereda dan hubungan kembali normal. Agar konflik bisa mendewasakan, hindari hal-hal ini setelah bertengkar dengan pasangan.

1. Sikap Dingin dan Membisu

Dilansir dari womansday.com, Rachel A. Sussman seoerang psikoterapis berlisensi dan pakar hubungan di New York City mengungkapkan bahwa salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan orang setelah bertengkar adalah sikap dingin. Bila kita mengabaikan dan membisu pada pasangan, pasangan kita akan merasa dirinya sedang dihukum. Hal ini bisa berdampak negatif pada hubungan di masa depan. Tapi bila kita memang butuh waktu untuk menyendiri sebaiknya utarakan saja, seperti, "Beri aku waktu 24 jam untuk menenangkan diriku. Setelah itu baru kita perbaiki keadaan jadi lebih baik lagi.

 

2. Mencari Alasan untuk Membela Diri

Bertengkar
Ilustrasi./copyright: pexels.com/pixabay.com

Kita bisa membuat banyak alasan untuk dijadikan pembelaan. Tapi bila ingin badai pertengkaran bisa segera mereda, hindari sikap mencari-cari alasan untuk membela diri ini. Dalam sebuah pertengkaran biasanya masing-masing orang akan merasa yang paling benar. Jika tak ingin memperpanjang masalah dan membuatnya makin rumit, lebih baik luruskan masalah dan selesaikan akar masalahnya. Bukan malah lepas tangan dan mencari pembelaan diri.

3. Mengucap Maaf Sepintas Lalu

bertengkar dengan pasangan
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Jika memang sungguh-sungguh minta maaf, cari waktu yang tepat saat suasana sudah lebih tenang. Bila kata maaf diucapkan saat masih sama-sama terluka dan sakit hati, maka maaf itu hanya akan jadi luka baru. Saat mengucap maaf, buat kontak mata. Katakan dengan lembut dan ungkapkan apa yang akan kita perbaiki ke depannya demi hubungan yang lebih baik.

4. Terlalu Menyalahkan Diri Sendiri

Bertengkar
Pasangan bertengkar/copyright: shutterstock

Pertengkaran bisa jadi tanda bahwa kita dan pasangan masih sama-sama ingin berusaha memberi yang terbaik dalam hubungan. Tak perlu terlalu keras menyalahkan diri sendiri. Ambil hikmah dari kesalahan yang ada. Lalu, fokus untuk membuat keadaan jadi lebih baik ke depannya.

Hubungan akan selalu diwarnai dengan konflik dan masalahnya sendiri. Penting untuk bisa memiliki sikap yang lebih dewasa dalam menyikapi pertengkaran agar hubungan bisa lebih baik dari waktu ke waktu.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓