Sebuah Penelitian Mengungkap Penyebab Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

Endah Wijayanti10 Jul 2019, 10:43 WIB
pandangan pertama

Fimela.com, Jakarta Pernah merasakan cinta pada pandangan pertama? Atau mungkin pernah ada yang bilang padamu bahwa dirimu adalah cintanya pada pandangan pertama? Membahas cinta pada pandangan pertama memang selalu menarik. Tapi kira-kira apa sih yang membuat seseorang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama?

Ada penelitian menarik terkait cinta pada pandangan pertama. Dilansir dari timesofindia.indiatimes.com, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of International Association for Relationship Research, para peneliti menganalisis 500 pengalaman kencan dari 200 partisipan usia 20-an. Penelitian tersebut terbagi dalam tiga tahap, yaitu survei online, penelitian laboratorium, dan pengalaman kencan yang berlangsung lebih dari 90 menit.

Para partisipan yang pergi berkencan ditanya apakah mereka mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama atau tidak dan apakah mereka tertarik secara fisik pada pasangannya. Para peneliti juga berusaha menganalisis dan mengukur "komponen cinta" seperti gairah, keintiman, dna komitmen yang berpengaruh pada kualitas sebuah hubungan.

Dari hasil data statistik ditemukan bahwa jatuh cinta pada pandangan pertama dialami sebanyak 49 kali oleh 32 partisipan dengan komponen cinta berupa keintiman dan komitmen yang tidak dimiliki dalam hubungan tersebut. Namun, para partisipan mengalami ketertarikan secara fisik yang tinggi.

Para peneliti pun menyimpulkan bahwa jatuh cinta pada pandangan pertama tak lebih merupakan ketertarikan awal yang kuat dan biasanya kebanyakan karena pengaruh nafsu birahi. Dengan kata lain, seseorang umumnya mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama karena ada pengaruh daya tarik fisik.

Sebuah hubungan membutuhkan usaha yang berkelanjutan dan konsisten dari masing-masing pasangan agar berhasil. Butuh waktu lama untuk membangun fondasi yang kuat. Kita mungkin tertarik pada seseorang pada waktu pertama kali bertemu karena penampilan fisiknya. Tapi butuh waktu lama untuk bisa memahami pasangan, membangun keintiman, dan menciptakan komitmen dalam hubungan tersebut.

#GrowFearless with FIMELA