Pernikahan Bukanlah Suatu tujuan, Melainkan Sebuah Proses

Endah Wijayanti16 Jul 2019, 10:25 WIB
pasang surut menikah

Fimela.com, Jakarta Setiap perempuan punya cara berbeda dalam memaknai pernikahan. Kisah seputar pernikahan masing-masing orang pun bisa memiliki warnanya sendiri. Selalu ada hal yang begitu personal dari segala hal yang berhubungan dengan pernikahan, seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Fimela Juli: My Wedding Matters ini.

***

Oleh: M - Jakarta

Setiap wanita pasti mendambakan pernikahan impian. Ya, pernikahan sejatinya merupakan penyatuan dua insan yang saling mencintai dan saling mendukung satu sama lain. Lebih dari itu, pernikahan juga merupakan bersatunya dua keluarga yang memiliki karakteristik dan budaya yang berbeda.

Sebuah keluarga baru terbentuk melalui ikatan suci perkawinan. Banyak rintangan, suka, dan duka yang dilalui untuk mewujudkan suatu pernikahan yang suci nan sakral tersebut. Setiap pasangan pasti disibukkan dengan persiapan menuju hari bahagia itu. Berbagai perjuangan dan pengorbanan menjadi tantangan tersendiri dalam perjalanan menuju puncak pelaminan. Tak jarang, hal ini dapat menimbulkan konflik di antara pasangan tersebut beserta keluarganya.

Aku dan suamiku adalah dua pribadi yang sangat berbeda. Kami memiliki sifat, karakteristik, kepribadian, pola pikir, cara pandang, kebiasaan, bahkan hobi yang berbeda. Aku suka traveling, ia suka berada di rumah. Aku suka bertualang, tetapi ia tidak suka, serta masih banyak lagi contoh-contoh lainnya. Kami berdua bagaikan langit dan bumi. Namun entah mengapa kami berdua merasa “click” dan cocok satu sama lain.

Kami dapat saling mengisi walaupun terkadang kami masih terbentur ego kami masing-masing. Masa pacaran kami pun terbilang singkat, yakni tidak sampai satu tahun. Kami berpacaran bukan seperti pasangan lain yang hanya untuk bersenang-senang, tetapi pacaran kami adalah proses persiapan menuju gerbang pernikahan.

 

Pasang Surut Persiapan Pernikahan

restu menikah
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Aku pun mengalami drama pasang surut persiapan pernikahan, apalagi dengan kondisi aku dan suamiku yang sangat bertolak belakang. Lika liku dalam persiapan hari penting tersebut sangat kurasakan. Berbagai hal sangat membuat kami repot, mulai dari menentukan tanggal pernikahan, membuat dan menyebarkan undangan, mencari tempat resepsi, menentukan souvenir, memilih gaun pengantin, melakukan foto prewedding, menemukan wedding organizer yang cocok, hingga memilih menu makanan untuk menjamu para tamu. Kerepotan dimulai ketika aku dan suamiku menentukan konsep pernikahan, apakah akan berbentuk “makan meja” atau prasmanan seperti pada umumnya. Kami tidak memungkiri bahwa anggaran ialah masalah utama yang menjadi sumber kegalauan kami.

Minggu demi minggu, bulan demi bulan kami survei ke sana ke mari demi mempersiapkan momen sekali seumur hidup tersebut. Berbagai wedding fair telah kami hadiri dan berbagai wedding expo telah kami sambangi, sampai akhirnya kami bingung sendiri. Kami menikah di bulan November, yang kata orang bulan berakhiran “–ber” ialah bulan ramai untuk pernikahan. Tidak mudah mempersiapkan detail pernikahan dalam waktu singkat. Hampir semua sudah full-booked dari setahun yang lalu. Namun, kami sangat bersyukur kepada Tuhan karena di tengah pergumulan tersebut, satu per satu hal dapat terselesaikan dengan baik.

Mendekati hari H, kami mengucap syukur semua telah dipersiapkan dengan matang. Kemudian datanglah hari yang amat dinantikan tersebut. Meskipun ada hal yang terjadi di luar rencana kami, tetapi kami bersyukur semua berjalan lancar tanpa ada masalah yang berarti.

Kesimpulannya, semua persiapan fisik yang dilakukan tidaklah berarti apa-apa dibanding persiapan mental. Kesiapan hati dan batin jauh lebih penting. Pernikahan bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah proses. Usia pernikahan aku dan suamiku hingga kini belum mencapai tiga tahun. Namun demikian, kami sama-sama belajar dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Akhir kata, selamat menikmati proses mempersiapkan pernikahan!

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓