Sukses

Lifestyle

Siap Menikah, Siap Memikul Tanggung Jawab Baru

Fimela.com, Jakarta Setiap perempuan punya cara berbeda dalam memaknai pernikahan. Kisah seputar pernikahan masing-masing orang pun bisa memiliki warnanya sendiri. Selalu ada hal yang begitu personal dari segala hal yang berhubungan dengan pernikahan, seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Fimela Juli: My Wedding Matters ini.

***

Oleh: Cecep Saefudin - Tegal

Matahari bersinar cerah. Awan menggantung indah. Angin utara menyapa bunga bougenvil yang memekarkan bebungaan. Siang terlihat memesona di bulan Juni. Bulan yang bertepatan dengan musim kemarau itu memancarkan ketenangan dan kedamaian. Suasana seperti itu menjadi kenangan terdalam dalam kehidupanku. Sebab tanggal 22 adalah hari pernikahanku dengan gadis cantik bernama Almi. Gadis berjilbab itu menjadi sumber kebahagianku yang kutunggu sejak awal mengenal cinta, dimasa remaja.

Atas segala pertimbangan, 22 Juni kami nobatkan sebagai hari yang istimewa. Hari itu adalah perubahan besar terjadi dalam hidup kami. Tidak ada yang ditutup-tutupi dari kami. Perasaan cinta dan kasih sayang menjadi panduan kami dalan menjalani lembaran rumah tangga. Almi sosok istri yang baik dan penyayang. Dua modal itulah yang akan membawa ke arah bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Setiap napas kami sudah menjadi milik berdua.

Almi bukan saja istriku, tetapi teman hidupku. Ungkapan pepatah lama, jika dia bunga, maka aku adalah tangkainya. Jika dia laut, maka aku adalah pantainya. Seperti itulah kami yang baru saja melangsungkan pernikahan meriah dengan disaksikan kedua belah pihak keluarga. Pokoknya hari pernikahan itu adalah awal dari segalanya. Pembuka lembaran baru.

 

Memikul Tanggung Jawab Baru

Dengan menikah, berarti membuang status lajang dan mulai belajar memikul tanggung jawab sebagai suami. Almi adalah bagian dari tulang rusukku. Maka dengan segenap jiwa dan raga, aku berkewajiban melindungi kehormatannya. Kebaikannya adalah buah dari kebaikanku. Dengan begitu, sekuat tenaga aku menjaganya dari keburukan dan finah-fitnah yang dapat merusak bahkan meruntuhkan rumah tangga kami.

Kehormatan istri, sangat aku junjung tinggi. Setiap malam, sebelum tidur, tidak lupa kami mengevaluasi diri kita masing-masing. Apa saja yang telah kami lakukan. Banyak mana antara manfaat dan mudharatnya. Tujuannya supaya rumah tangga kami semakin hari tambah sempurna. Tidak ingin ada celah keburukan yang berdampak pada hubungan kami. Ibarat, sebuah sekoci bocor saat belayar di samudra dan tenggelam secara mengerikan. Menurut kami, keutuhan rumah tangga dimulai malam hari sebelum tidur dan pagi hari di meja sarapan.

#GrowFearless with FIMELA

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading