Kemenpar Terus Pantau Gunung Tangkuban Parahu, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang

Meita Fajriana27 Jul 2019, 18:14 WIB
Gunung Tangkuban Parahu

Jakarta Pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu yang terjadi pada Jumat, 26 Juli 2019, berbagai pihak memberikan perhatian khusus, termasuk Kementerian Pariwisata. Pascaerupsi, Kemenpar terus memantau perkembangan ekosistem pariwisata. Karena kawasan wisata Tangkuban Parahu dinilai menjadi salah satu yang favorit di Bandung.

Menteri Pariwsata Arief Yahya menyampaikan empatinya dan berdoa agar masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu yang berada di dua wilayah yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang dalam kondisi baik.

“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan empati atas bencana yang terjadi. Saya berharap dan berdoa semoga masyarakat dan wisatawan di sekitar gunung Tangkuban Parahu semua dalam kondisi baik dan dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima Fimela, Sabtu (27/7).

Menpar Arief juga menjelaskan, Kementerian Pariwisata saat ini memiliki unit Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK) yang melakukan pemantauan, pelaporan, mitigasi dan penanganan krisis di sektor pariwisata, yang langsung bekerja saat bencana terjadi, termasuk saat erupsi Gunung Tangkuban Parahu.

“Sejak kemarin Kemenpar melakukan koordinasi dengan instansi penanggulangan bencana di pusat dan daerah,” kata Menpar Arief Yahya.

Masyarakat Dihimbau untuk mengikuti instruksi pemerintah

Gunung Tangkuban Parahu
Kawah Gunung Tangkuban Parahu (Liputan6.com/Komarudin)

Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti menambahkan, Saat ini Kemenpar masih melakukan koordinasi dan inventarisasi terhadap ekosistem pariwisata terdampak, khususnya atraksi, aksesibiltas dan amenitas (3A).

“Masyarakat diminta agar informasi yang didapat harus disaring dulu, bisa jadi itu informasi hoaks jangan ditelan mentah-mentah yang saat ini beredar,” kata Guntur.

Guntur juga mengimbau wisatawan untuk mengikuti instruksi pemerintah dan memperbarui informasi dari media resmi pemerintah, seperti akun Twitter @Kemenpar_RI, @BNPB_Indonesia, dan @vulkanologi_mbg.

“Kemenpar juga sudah mengeluarkan pernyataan resmi atau Holding Statement ke berbagai negara melalui perwakilan kita VITO yang berada di luar negeri serta membuka kanal layanan informasi,” tambah Guntur.

Saat ini, Gunung Tangkuban Parahu masih dalam status Level 1 (Normal)

Gunung Tangkuban Parahu Erupsi
Gunung Tangkuban Parahu Erupsi (Foto: Twitter BNPB)

Saat ini Gunung Tangkuban Parahu berada pada Status Level I (Normal) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar Kawah Ratu dan Kawah Upas.

Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

Saat ini daerah wisata juga masih ditutup dan wisatawan telah dievakuasi. Tim PVMBG terus mengevaluasi status gunung dan melalukan pemantauan lebih lanjut.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

#Growfearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓