Pernikahan Itu Meniti Masa Depan Hingga Ajal Menjemput

Endah Wijayanti04 Agu 2019, 11:22 WIB
menikah masa depan

Fimela.com, Jakarta Setiap perempuan punya cara berbeda dalam memaknai pernikahan. Kisah seputar pernikahan masing-masing orang pun bisa memiliki warnanya sendiri. Selalu ada hal yang begitu personal dari segala hal yang berhubungan dengan pernikahan, seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Fimela Juli: My Wedding Matters ini.

***

Oleh: Muhammad Zulfan Syauqy Azhary - Tasikmalaya

Dalam kehidupan tidak terlepas dengan yang namanya rasa cinta dan kasih sayang. Tuhan menganugerahkan kepada makhluk-Nya dua rasa tersebut yang memang tidak bisa dipungkiri lagi keberadaannya dalam nurani setiap manusia. Ada rasa cinta seorang anak terhadap ibunya, rasa cinta seorang kekasih terhadap pasangannya dan ada juga rasa cinta seorang makhluk terhadap tuhannya. Salah satu cara mengekspresikan rasa cinta tersebut yaitu dengan cara menikah. Cara tersebut hanya bisa dilakukan oleh pasangan kekasih, untuk meniti masa depan bersama sampai ajal menjemput.

Pernikahan adalah suatu peristiwa yang sakral. Pernikahan tidak bisa dijadikan peristiwa untuk lelucon semata. Tapi pernikahan ini akan terus berjalan sampai ajal menjemput. Pernikahan sangat penting di dalam kehidupan manusia. Pernikahan berfungsi sebagai pemberhenti kekangan kasih sayang seseorang.

Sepasang kekasih yang masih pacaran masih terkekang rasa kasih sayangnya. Banyak di zaman sekarang yang enggan untuk menikah dengan berbagai alasan. Ada yang takut tidak bisa menafkahi pasangannya, ada yang tidak ingin terkekang oleh pasangannya dan ada juga yang fobia terhadap pernikahan karena beberapa alasan, kisah kasih kedua orang tuanya misalkan. Memang tidak dapat disalahkan beberapa alasan tersebut, karena hal itu menyangkut terhadap kepribadian seseorang.

 

Menikahi dengan yang Dicintai

alasan pria ingin menikah
Photo by rawpixel.com from Pexels

Menikah dengan seorang yang kita cintai adalah satu pencapaian yang sangat tinggi. Salah satu cita-cita yang ingin dicapai dengan berbagai misi yang harus dilewati. Sehingga ketika kita mendapatkan atau meraih cita-cita tersebut, kita dapat merayakannya dengan suatu pernikahan. Mengikat janji suci satu sama lain yang tak boleh diingkari dari pihak manapun. Dari mempelai laki-laki maupun mempelai perempuan.

Tapi, tidak sedikit sepasang kekasih yang telah menikah memilih untuk bercerai. Masalah yang tak dapat diselesaikan bersama-sama dan dengan cara baik-baik sebagai alasannya. Ada banyak hal yang dapat membuat suatu hubungan tidak akan bertahan lama atau langgeng. Jadi, sepasang kekasih harus pandai-pandai dalam menjaga keharmonisan rumah tangganya. Misalnya, sering menjalin komunikasi, saling menjaga satu sama lain, komitmen, menyelesaikan masalah bersama-sama, liburan jika ada waktu senggang, sering bercanda bersama dan juga saling memberikan surprise jika ada momen yang tepat. Dengan hal tersebut bisa meminimalisir salah satu pasangannya untuk selingkuh, karena rasa nyaman telah tertancap dalam hatinya masing-masing. Yang terpenting harus ada rasa saling nyaman, karena itu adalah pokok dalam suatu hubungan. Jika sudah nyaman, kenapa berpaling?

Pernikahan adalah cara yang terbaik bagi kita yang ingin mengekspresikan kasih sayang kita terhadap pasangan. Walaupun kenyataannya pernikahan tidak selalu seindah yang di bayangkan. Karena tidak terpaku terhadap hubungan intim saja, tetapi harus saling menjaga keharmonisan rumah tangga. Meskipun begitu, setidaknya pernikahan membuat hubungan sepasang kekasih menjadi halal dan tidak akan ada yang mengekang kita dalam suatu hubungan.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓