Sukses

Lifestyle

4 Langkah Maudy Ayunda Mengatasi Bullying, Apa Saja?

ringkasan

  • Perempuan yang selalu menerima social beauty bullying
  • Berdasarkan data dari The Cybersmile Foundation, social beauty bullying telah menjadi permasalahan mainstream

Fimela.com, Jakarta Isu bullying memang tidak dapat dianggap remeh lagi, sebab kini bullying bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan pada siapa saja. Bahkan kini, ketika di dalam rumah, bullying bisa terjadi.

Disadari atau tanpa disadari, cyber bullying kerap terjadi pada seseorang. Apalagi bagi perempuan yang selalu menerima social beauty bullying.

Berdasarkan data dari The Cybersmile Foundation, social beauty bullying telah menjadi permasalahan mainstream yang dialami lebih dari 45 juta perempuan di dunia. Ironisnya, tindakan tersebut kerap kali datang dari sesama perempuan, baik dari keluarga, kerabat, rekan sekantor ataupun teman yang dapat mempengaruhi sisi psikologis dari perempuan tersebut.

Social beauty bullying ini juga dialami oleh bintang film dan penyanyi Maudy Ayunda. Tak jarang ia menerima komentar atau ‘nyinyiran’ terkait penampilannya di media sosial.

“Dulu aku berpikir bahwa menerima komentar negatif tentang penampilan di media sosial jadi risiko sebagai public figure. Tapi lama-lama aku semakin menyadari bahwa tidak sepatutnya kita tinggal diam," ujarnya dalam acara LUX #STOPBeauty Bullying, di Jakarta.

Bahkan, saat masih kecil Maudy mengaku pernah di-bully seperti misalnya dibilang gigi kelinci, pernah dibilang badan kaya triplek.

“Awalnya tidak kepikiran malah jadi kepikiran, lalu ada keraguan di postingan selanjutnya dan hal itu juga kebawa sampai interaksi di sosial media. Kalau ada yg komen soal fisik, aku jadi kepikiran, bisa bikin sedikit down,” paparnya.

Mengatasi Bullying

Maudy lantas tidak terpuruk dengan bullying yang ia dapatkan dalam hidup. Justru ia bangkit untuk memperlihatkan kelebihan pada dirinya. Berikut beberapa cara mengatasi bullying yang Maudy terapkan dala, hidupnya.

1. Tidak tergantung

“Aku sendiri memiliki subjektivitas cantik, aku juga punya value yang bikin aku merasa berharga, tidak tergantung pada opini dan sudut pandang orang lain,” ungkapnya.

2. Pengembangan diri

Proses pengembangan diri adalah salah satu cara agar kita punya value dan bargaining position yang bisa membuat kita kembali pada tujuan kita.

“Aku mengembangkan diri di musik dan pendidikan jadi itu yang membangun kepercayaan diri,” paparnya.

3. Love yourself

Maudy mengatakan cantik lebih dari apa yang kita lihat. Bukan hanya lewat penampilan, tapi bagaimana percaya sama diri sendiri lewat kemampuanku. Hal itu yang memudahkan untuk love yourself.

4. Berani berkomentar

Berawal dari keresahan dan pengalaman diri Maudy saat berinteraksi di social media, Maudy pun berkolaborasi dengan LUX, menyuarakan inisiatif #STOPBeautyBullying bagi para perempuan Indonesia.

"Aku berharap melalui inisiatif #STOPBeautyBullying perempuan Indonesia semakin berani untuk menunjukkan bahwa kalau komentar-komentar negatif itu tidak dapat menghalangi kita untuk mengekspresikan kecantikan kita dan kemampuan kita untuk berkarya,” ungkap Maudy.

 

#Growfearless with FIMELA

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading