4 Tanda Tubuhmu Kelebihan Konsumsi Garam

Endah Wijayanti18 Agu 2019, 12:15 WIB
kelebihan garam

ringkasan

  • Terus Merasa Haus
  • Terjadi Pembengkakan di Area Tubuh Tertentu
  • Meningkatnya Tekanan Darah
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Kalau sudah ngemil, seperti menikmati keripik yang asin kadang kita susah berhenti. Belum lagi dengan konsumsi aneka makanan olahan yang tinggi kadar garam atau sodiumnya, kadang kita tak menyadari bahwa pada titik tertentu tubuh kita sebenarnya sudah kelebihan konsumsi garam.

Konsumsi garam berlebihan bisa memengaruhi kondisi tubuh dan kesehatan kita. Berikut ini beberapa tanda umum yang akan dirasakan oleh tubuh saat konsumsi garam sudah melewati batas. Langsung saja simak di sini, ya.

1. Terus Merasa Haus

Dilansir dari rd.com, makanan yang tinggi sodium seperti keripik, saus spageti, dan pizza pepperoni dapat membuta kita gampang haus. Sebab sodium bisa mengganggu keseimbangan cairan tubuh. Jika kita merasa gampang haus, ini bisa jadi pertanda konsumsi garam kita sudah berlebihan. Atasi dengan minum air putih yang lebih banyak untuk kembali menyeimbangkan sel-sel tubuh kita.

2. Terjadi Pembengkakan di Area Tubuh Tertentu

Edema atau pembengkakan jaringan karena kandungan cairannya bertambah bisa terjadi saat konsumsi garam atau sodium dalam tubuh berlebih. Edema bisa menjadi gejala sebuah penyakit tapi bisa juga tanda bahwa tubuh kita sudah kelebihan garam.

 

3. Meningkatnya Tekanan Darah

Ilustrasi Hipertensi, Tekanan Darah, Tekanan Darah Tinggi (iStockphoto)
(Ilustrasi/iStockphoto)

Menurut American Heart Association, kita perlu mengonsumsi 1.500 mg sodium per hari. Sodium yang berlebihan bisa meningkatkan tekanan darah karena cairan yang terhambat dalam tubuh dan membuat jantung berdetak lebih cepat. Bila saat mengecek tekanan darah ternyata tekanan darah kita naik, coba perhatikan lagi asupan garam dan sodium kita sehari-hari.

4. Susah Konsentrasi

Konsumsi garam berlebih bisa memengaruhi fungsi otak. Menurut sebuah penelitian di Kanada pada tahun 2011 pada orang-orang dewasa yang jarang bergerak (sedentary adults), mereka yang mengonsumsi makanan dengan kadar sodium tinggi memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan kognitif dibandingkan yang mengonsumsi makanan dengan sodium rendah. Semakin bertambah usia ada baiknya kita lebih memperhatikan asupan garam kita. Bila perlu buat perubahan dan penyesuaian dalam pola makan kita sehari-hari agar tidak kebanyakan mengonsumsi garam.

Tubuh kita perlu garam tapi jangan sampai konsumsinya berlebihan, ya. Tetap utamakan menjaga pola makan sehat yang seimbang demi terjaga kondisi kesehatan tubuh dan pikiranmu.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓