Merdeka Mengungkapkan Perasaan, 4 Alasan Emosional Itu Wajar

Endah Wijayanti13 Agu 2019, 07:45 WIB
sikap emosional

ringkasan

  • Melepaskan Energi Negatif
  • Bisa Menyelesaikan Masalah dengan Lebih Baik
  • Kebahagiaan Bisa Diciptakan dengan Keberanian Bersikap Jujur  
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Istilah "emosional" mungkin terdengar berkonotasi negatif. Seseorang yang emosional dipandang sebagai sosok yang pemarah dan tidak bisa mengendalikan diri. Tapi apakah kita sudah benar-benar memahami makna "emosional" yang sebenarnya?

emosional

(adj)

1 menyentuh perasaan; mengharukan; 2 dengan emosi; beremosi; penuh emosi;

(kateglo.com)

Emosional bisa diartikan sebagai karakteristik dari emosi atau yang terpengaruh dengan emosi. Yang dimaksud dengan emosi ini tentu saja yang meliputi keadaan dan berbagai reaksi seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, dan kecintaan. Tak hanya mencakup kemarahan atau kekesalan saja. Sikap emosional pun wajar dimiliki oleh setiap orang. Kita boleh saja bersikap emosional dalam artian berani jujur dalam mengungkapkan perasaan dan emosi yang kita rasakan.

1. Melepaskan Energi Negatif

Saat sedang emosional, biasanya kita akan menitikkan air mata atau menangis. Menangis bukan tanda cengeng atau lemah. Dilansir dari huffpost.com, menangis bisa meningkatkan ikatan kedekatan, empati, konsentrasi, dan menyadarkan diri kita bahwa kita hadir secara nyata saat ini. Tapi yang lebih penting, menangis bisa bantu mengeluarkan emosi dari tubuh. Kita menangis untuk meluapkan beban emosi dari dalam diri. Begitu selesai menangis, ada perasaan lega yang bisa kita peroleh. Suasana hati pun bisa membaik.

2. Bisa Menyelesaikan Masalah dengan Lebih Baik

Masalah dan konflik akan terus hadir dalam hidup kita. Berbagai macam emosi hadir dan kita rasakan setiap waktunya. Adakalanya kita perlu bersikap emosional untuk bisa lebih jujur mengungkapkan perasaan dan melihat sesuatu dengan lebih jernih. Misalnya, mungkin kita harus meneriakkan kekesalan untuk bisa mendapatkan perasaan yang lebih ringan dalam menyelesaikan masalah lebih cepat. Bila ada emosi yang terlalu lama dipendam, masalah yang dibiarkan terlalu lama nantinya bisa malah makin membesar dan sulit dituntaskan.

 

 

3. Kebahagiaan Bisa Diciptakan dengan Keberanian Bersikap Jujur  

Bahagia
Ilustrasi./copyright shutterstock

“The real things haven't changed. It is still best to be honest and truthful; to make the most of what we have; to be happy with simple pleasures; and have courage when things go wrong.” ― Laura Ingalls Wilder

Berani jujur adalah salah satu cara untuk bisa bahagia. Ada saatnya kita perlu marah untuk berani menghadapi kenyataan. Terkadang kita butuh menunjukkan kebenaran dengan menyampaikan isi hati kita yang sebenarnya meski akan terasa menyakitkan pada awalnya. Butuh keberanian untuk jujur dalam mengungkapkan emosi dan perasaan supaya bisa lebih bahagia.

4. Menghindari "Bom Waktu"

Daripada terlalu lama memendam perasaan negatif, lebih baik diutarakan secepatnya. Akan bahaya bila kita membiarkan diri tenggelam dalam emosi negatif terlalu lama. Karena dikhawatirkan nantinya malah akan jadi "bom waktu" yang bila meledak bisa sangat berbahaya. Izinkan diri untuk marah, bersedih, atau berduka. Cintai dirimu sendiri dan hargai perasaan yang dirasakan. Kita punya kebebasan untuk lebih jujur terhadap perasaan kita. 

Selama tidak berlebihan dan masih dalam kendali diri, kita perlu bersikap emosional. Saatnya untuk merdeka mengungkapkan perasaan demi kebaikan kita dan juga orang-orang di sekitar kita. Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri, apa sih manfaat lain dari berani bersikap emosional?

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓