Ngaret Jadi Bagian dari Budaya Orang Indonesia, Bener Nggak Sih?

Iwan Tantomi20 Agu 2019, 08:06 WIB
Ngaret Jadi Bagian dari Budaya Orang Indonesia, Bener Nggak Sih?

Fimela.com, Jakarta Terlambat seakan sudah jadi hal yang dianggap biasa di tengah masyarakat. Bukan hanya terpaksa maklum saat janjian dengan teman, acara resmi pun kini memberikan toleransi keterlambatan hingga bermenit-menit dari waktu yang ditentukan.

Alasannya pun bermacam-macam, mulai dari yang klise seperti macet atau gangguan di jalan, hingga yang terdengar kurang masuk akal. Banyak yang menganggap ngaret sudah jadi budaya orang Indonesia, bener nggak ya? Bisa jadi hal-hal ini yang jadi alasan di balik kebiasaan telat ini.

Kapok Menunggu

Nggak semua orang itu suka ngaret, kok. Ada orang-orang yang masih mempertahankan kebiasaan tepat waktu alias jadi pejuang #AntiNgaret. Namun, karena terlalu sering menunggu, mereka yang datang on time jadi merasa membuang-buang waktu dan upayanya kurang dihargai oleh orang lain. Siapa sangka virus ngaret pun bisa menular dan akhirnya membuat kebanyakan orang memilih sengaja telat.

Meremehkan Waktu

Kebanyakan orang yang punya hobi ngaret itu sering meremehkan waktu dan menganggap keterlambatan sebagai hal yang sepele. Hasilnya, nggak sedikit yang kesulitan memperkirakan waktu dengan baik bahkan untuk kegiatan sehari-hari. Coba cari perkiraan waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas sepanjang hari, mulai dari mandi, sarapan, hingga menempuh perjalanan ke lokasi yang ingin dituju.

Suka Menunda-Nunda Pekerjaan

Salah satu kebiasaan buruk yang berujung pada keterlambatan adalah menunda pekerjaan. Merasa punya waktu yang cukup untuk menyelesaikan kewajibannya, nggak sedikit yang memilih menggunakan waktunya untuk hal lain yang kurang penting atau mendesak. Seperti lebih memilih ngobrol dengan rekan kerja ketimbang mengejar deadline proyek atau memilih bersantai di sofa dan menunda melakukan pekerjaan rumah tangga.

Kurang Fokus

Kebiasaan untuk mengerjakan beberapa aktivitas bersama-sama alias multitasking membuatmu mudah kehilangan fokus. Saat siap-siap berangkat, kamu dengan mudah terdistraksi pada layar ponsel dan membuatmu kehilangan waktu yang berharga. Selain itu, kurangnya konsentrasi juga bisa disebabkan oleh terlalu banyak aktivitas dalam sehari atau kebiasaan multitasking dengan perkiraan waktu yang kurang realistis.

Nggak semua orang Indonesia teracuni oleh budaya ngaret, kok, masih ada pejuang #AntiNgaret yang berusaha datang tepat waktu. Untuk mendukung kebiasaan baik yang dapat membantumu mengejar hal-hal berarti dalam hidupmu, Grab menawarkan 4 kemudahan.

Bersama GrabBike, pengguna dapat memanfaatkan 5 juta titik jemput yang akurat, fitur Venues yang menawarkan panduan foto dan teks untuk ke titik jemput terdekat, fitur Saved Places yang memudahkan pemesanan mitra pengemudi, dan layanan GrabNow untuk mendapatkan pengemudi dengan lebih mudah dan cepat. Lawan kebiasaan ngaret dengan program #AntiNgaret terbaru dari GrabBike dan baca informasi lebih lengkap di instagram, @GrabID.