Dalam Pertengkaran, Kenapa Kaum Pria Mudah Membisu?

Endah Wijayanti19 Agu 2019, 13:35 WIB
pria membisu

Fimela.com, Jakarta Pertengkaran dalam hubungan kadang tak bisa dihindari. Setelah menikah pun, pertengkaran bisa terjadi tanpa benar-benar bisa diantisipasi. Jika pertengkaran hebat yang terjadi tak bisa diatasi dengan komunikasi yang baik, bukan tak mungkin nantinya akan memicu pertengkaran.

Salah satu hal yang paling menjengkelkan dalam pertengkaran adalah saat pria memilih untuk membisu. Dalam keadaan terjepit atau saat berada dalam pertengkaran hebat, kaum pria bisa dengan begitu mudah membisu. John Gottman, seorang ahli psikologi dari University of Washington seperti yang dikutip dari buku Emotional Intelligence menyebutkan bahwa menurutnya alasan pria begitu gampang membisu adalah untuk melindungi diri mereka sendiri dari flooding. Flooding atau keterjepitan merupakan kondisi yang menggambarkan kerawanan terhadap beban stres emosional. Suami atau istri menjadi begitu terkungkung oleh keburukan pasangan mereka serta reaksimereka sendiri atasnya, sehingga mereka dilumpuhkan oleh perasaan kacau yang tak terkendali.

Deskripsi teknis flooding dapat dilihat dari naiknya detak jantung dari tingkat normal. Momen pembajakan emosi dapat melompat 10, 20, atau bahkan hingga 30 denyut per menit di atas kecepatan jantung normal. Otot-otot menegang dan sulit bernapas. Suami lebih mudah merasa terjepit pada negativitas berkadar rendah daripada istrinya. Dibandingkan perempuan, lebih banyak pria yang merasakan kelabakan dalam menanggapi kritik dari pasangan. Sekali merasa terjepit, seorang suami mengeluarkan lebih banyak adrenalin ke dalam peredaran darahnya. Aliran adrenalin itu dirangsang oleh kadar negativitas yang lebih rendah dari pihak istri. Suami pun membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh secara fisik dari flooding.

 

Tak Perlu Uring-uringan saat Pasangan Membisu

pasangan bertengkar
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Penelitian membuktikan bahwa begitu kaum pria mulai membisu, laju detak jantungnya turun kurang lebih 10 denyut per menit, hal ini bisa menimbulkan perasaan nyaman yang subjektif. Kaum pria berusaha sebisa mungkin menjauhi konfrontasi untuk menenangkan dirinya. Hanya saja kadang sebagian perempuan kurang memahami hal ini. Saat suami memilih untuk diam atau membisu, istri makin frustrasi dan marah. Istri yang bingung dnegan sikap membisu suaminya saat sedang bertengkar malah bisa memicu masalah lain dan membuat pertengkaran jadi makin tak terkendali.

Saat pasangan kita memilih untuk diam atau membisu pada saat bertengkar, kita sebaiknya tak langsung mengkritiknya. Pahami bahwa sikapnya itu merupakan upaya untuk membuat dirinya bisa merasa tenang kembali untuk berpikir lebih jernih.

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓