4 Cara Sukses dalam Berbisnis Kuliner

Anisha Saktian Putri25 Agu 2019, 15:00 WIB
perempuan sukses berbisnis

ringkasan

  • Kuliner merupaka sektor bisnis yang menggiurkan
  • 1,5 juta bisnis kuliner meningkat karena platfrom digital. Bahkan, omzet naik hingga 80 persen.
  • Instagram, Facebook atau platform food deliver dapat dimanfaatkan untuk mencari konsumen.
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Bisnis kuliner memang sangat menjanjikan, contohnya saja setiap travelling makanan menjadi nomer satu yang dicari para wisatawan.

Maka tak heran jika kuliner menjadi kontributor terbesar ekonomi kreatif di Indonesia. Vita Datau selaku Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Republik Indonesia sekaligus Ketua Indonesia Gastronomy Network, mengatakan 42,6 persen pendapat ekomoni kreatif dihasilkan dari kuliner.

“Wisatawan kalo traveling pasti cari makan dan oleh-oleh. Jadi potensi bisnis kuliner di Indonesia tinggi sekali,” paparnya.

Ia menambahkan bermunculan pemain dalam dunia bisnis seperti kudapan kekinian atau kopi membuktikan industri kuliner sangat menjanjikan. Namun, Vita mengatakan kesuksesan bisa didapatkan ketika kita konsisten dan melek akan digital.

“Kalau konsisten dibantu dengan digital itu sangat pas untuk bisnis kuliner,” paparnya.

Manfaat digital untuk kuliner

memulai bisnis
Tips memulai bisnis./Copyright shutterstock.com

Vita mengatakan 1,5 juta bisnis kuliner meningkat karena platfrom digital. Bahkan, omzet naik hingga 80 persen.

Instagram, Facebook atau platform food deliver dapat dimanfaatkan untuk mencari konsumen. “Kalau tidak memanfaat digital nanti usaha kita akan disitu-situ saja, pelanggan tidak bertambah. Kalo lewat media sosial kita bjsa mencari pelanggan baru,” ungkapnya.

Vita juga menyarankan agar digital bermanfaat untuk usaha kuliner.

1. Konten

Kita harus memiliki konten, seperti contohnya, makanan yang kita buat ada narasi atau ceritanya seperti makanan legendaris.

“Makan itu menggunakan 5 sence saya yakin digital ga bisa geser offline, mata melihat tertarik lalu ada narasi atau cerita makanan legendaris, kita coba terus kita ceritakan ke orang jadi experience touch emotional dan mind,” paparnya.

2. Gunakan hastag

Ada hastag juga cek disitu agar saat mencari, makanan atau minuman kita yang keluar.

3. Food culture

Sejarah makanan itu digali, bukan hanya ikut tren saja. Seperti tetep ikut tren, namun menggunakan bahan-bahan makanan atau minuman berasal dari Indonesia.

4. Makanan sehat

Pikirkan juga tentang kesehatan makanan atau minuman yang ingin dijual. Apalagi saat ini kan masyarakat Indonesia sudah sadar dengan gaya hidup sehat.

”Diperlukan kombinasi antara visual dan narasi yang kuat untuk menghasilkan content yang appealing dalam melakukan promosi di media sosial. Artinya, selain pemahaman mengenai digital marketing yang baik, para pengusaha kuliner Nusantara perlu memahami keunggulan hidangannya dan mampu menceritakannya dengan baik kepada konsumen,” tutupnya.

#Growfearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓