Mencicipi Menu Kuliner Tradisional dengan Tampilan yang Modern

Meita Fajriana29 Agu 2019, 10:30 WIB
Kuliner tradisional disajikan modern

Fimela.com, Jakarta Tren kuliner saat ini cenderung pada menu klasik yang divariasikan hingga menyajikan menu hidangan yang baru dan unik tanpa menghilangkan maknanya. Selain itu konsep kuliner yang unik dan tampilan yang instagramable menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi milenial. Sentuhan modernisasi menjadikan kuliner tradisional kembali terangkat dan naik kelas khususnya bagi kaum urban.

Seperti Martabak Manis 8 Rasa dan Kue Cubit Topping Kekinian yang sempat booming serta membuka banyak peluang bisnis kuliner. Dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) Indonesia sebagai salah satu sekolah pastry dan kuliner internasional di Indonesia memperkenalkan kembali kuliner tradisional nusantara yang dibalut dengan sentuhan modern.

Melalui para Chef profesional yang juga merupakan instruktur di APCA Indonesia, mereka bercerita mengenai kuliner tradisional yang memiliki nilai kenangan tersendiri. Bukan hanya itu, kuliner-kuliner tradisional tersebut dikemas kembali menjadi lebih modern dengan teknik memasak yang tinggi.

Menu-menu spesial yang dihadirkan di antaranya Bhinneka Bahari Dabu Dabu, Archipelago Chocolate, Ketan Item Gelato, dan Petit Gateau Modern Klapertart. Bertempat di APCA Indonesia, Alam Sutera, Chef Andy Ramadhan, Chef Christian Dewabrata, Chef Caesar Andry Priatno, dan Chef Glenn Nethanael Peter memperkenalkan kuliner khas nusantara bernuansa modern.

Kekayaan bahari Indonesia diceritakan melalui olahan hasil laut yang memberikan sensasi baru tersendiri dalam menu Bhinneka Bahari Dabu Dabu. Bahan-bahan seperti ikan kakap merah, udang, dan gurita diolah dan disajikan dengan sambal khas Manado yakni dabu-dabu.

 

Menu tradisional yang klasik dikemas secara modern

Dabu-dabu dimodifikasi lebih modern dengan teknik memasak yang dikembangkan, karena setiap bahan dasarnya diolah masing-masing terlebih dahulu. Seperti tomat di-comfit (slow cooking dengan oil) dan kemangi diekstrak dengan oil kemudian minyaknya dijadikan mayones. Sedangkan cabe rawit dan paprika diasap terlebih dahulu sebelum diolah menjadi saus.

Menu Archipelago Chocolate yaitu 4 varian cokelat yang dipadukan dengan rasa kuliner tradisional. Beberapa kuliner dan minuman khas Indonesia seperti Wedang Ronde, Rempeyek, Bajigur, dan Nasi Uduk dikemas dalam chocolate pralines. Teknik khusus digunakan untuk melakukan ekstraksi bahan-bahan seperti santan, sereh, kacang tanah, bawang goreng, dan daun jeruk untuk menjadi bahan isian dari Archipelago Chocolate.

Untuk hidangan penutup yang dingin dan segar, ada ketan hitam yang ditampilkan lebih modern dalam bentuk gelato tanpa menghilangkan rasa khas nusantara yang otentik. Menu ini mengajak kamu untuk mengenang kudapan khas yang sering disajikan sang ibunda ketika masih anak-anak yaitu bubur ketan hitam.

 

Menu kuliner Klappertaart

Terakhir menu yang dihadirkan Klappertaart sebagai menu penutup klasik khas Manado. Resep Klappertaart yang sudah turun-temurun ini dimodifikasi dengan teknik memasak dan tampilan penyajian yang lebih modern dalam Petit Gateau Modern Klappertaart. Petite Gateau sendiri diambil dari bahasa Perancis yang bermakna kue kecil.

Jika biasanya dipanggang, kali ini Klappertaart disajikan lebih modern dengan cara didinginkan saja. Kelapa tetap menjadi bahan utama, namun ditambah cokelat sebagai bahan isian. Selain itu, cokelat juga dijadikan poin presentasi yang unik untuk Klappertaart ini. Cokelat akan dibentuk seperti batok kelapa yang akan melingkupi Klappertaart di sisi luar sehingga menonjolkan nuansa dari kelapa sebagai bahan utama Klappertaart.

“ Sebagai sekolah kuliner berlevel internasional, APCA Indonesia ingin membawa kuliner tradisional agar dapat diterima masyarakat dunia,” kata Louis Tanuhadi Director & Executive Chef APCA Indonesia seperti rilis yang diterima Fimela, Kamis (29/8/2019).

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓