Menelusuri Kisah Masa Lalu di Semenanjung Kunisaki, Jepang

Karla Farhana15 Sep 2019, 15:00 WIB
[Fimela] Kunisaki

Fimela.com, Jakarta Di antara banyaknya tempat wisata di Jepang, mungkin Semenanjung Kunisaki merupakan suatu tempat yang belum banyak turis Indonesia sambangi. Terletak di ujung barat Laut Pedalaman Jepang di pulau Kyushu, Semenanjung Kunisaki merupakan kawasan wisata yang belum banyak dijamah para wisatawan asing. 

Wilayah pedesaan nan sepi ini bukan hanya dipenuhi area hijau, tetapi juga kaya akan peninggalan sejarah yang juga menarik untuk diketahui para wisatawan mancanegara. Untuk beberapa abad, Semenanjung Kunisaki merupakan pusat wilayah Shugendo yang cukup penting. 

Shugendo merupakan wilayah dengan perpaduan agara Shinto dan Buddhisme yang asli dan animistis. Pada awalnya, Shito dan Buddhisme dibawa oleh China dan Korea. Sayangnya, Lembaga Keagamaan Kunisaki yang dulunya kuat sudah lama hilang. Meskipun begitu, area ini masih dipenuhi kuil-kuil kuno dan tempat suci di sisi jalan. 

Mengunjungi Semenanjung Kunisaki sebenarnya bisa dikunjungi sendiri oleh siapa saja, termasuk wisatawan Indonesia yang ingin mengenal lebih dekat budaya asli masyarakat Jepang dari sudut pandang yang berbeda, sekaligus menikmati udara segar yang masih asri. Namun, jika tidak ingin repot karena daerah wisata ini memang belum begitu dikenal wisatawan mancanegara, Sahabat Fimela bisa mengikuti tur jalan kaki yang diadakan Walk Japan, sebuah tur khusus untuk wisata otentik di Jepang

3 Paket Tur yang Tersedia

[Fimela] Kunisaki
Kunisaki | Amehime / Shutterstock.com

Ada tiga paket tur yang disediakan Walk Japan. the Kunisaki and Yufuin Walk, Kunisaki Retreat, dan Kunisaki Trek. Kamu bisa langsung memilih salah satu di antaranya sesuai dengan minat dan kegemaranmu. 

The Kunisaki and Yufuin Walk merupakan sebuah aktivitas tur yang dimulai dari Stasiun Hakata Fukuoka dan berakhir di Yufuin. Selama 5 hari 4 malam, kamu akan diajak untuk berkenalan dengan Semenanjung Kunisaki dan Yufuin, salah satu resor pemandian air panas yang elegan. Kamu akan berjalan kaki menyusuri jalan mengikuti jejak para biarawan melalui pegununan. 

Kamu juga akan melalui desa-desa, hutan hujan, dan mendaki bukit serta melewati patung-patung Buddha batu, baik yang besar maupun kecil. Ada juga gua-gua tempat para biksu untuk berlindung dan bermeditasi, serta Usa Jingu yang merupakan salah satu kuil terbesar di Jepang. Selama menjalani tur, kamu akan menginap di 2 penginapa berbeda, lengkap dengan onsen. Tahun ini, Walk Japan akan mengadakan tur The Kunisaki and Yufuin Walk pada November 20-24 danDecember 4-8, serta bulan Maret, Mei, dan Juni di tahun 2020. 

Sementara itu, Kunisaki Retreat akan membawamu berkelana lebih lama, 7 hari 6 malam. Tur ini sangat cocok untuk kamu yang ingin menikmati Jepang dengan santai sambil berinteraksi dengan warga asli di sana. Kamu juga akan dipandu untuk melakukan meditasi, yoga, dan berjalan-jalan santai sambil menikmati pemandangan di pedesaan yang asri. 

Terakhir, Kunisaki Trek, akan memakan waktu lebih lama, 10 hari 9 malam. Tur ini memang didesain untuk para wisatawan yang sudah berpengalaman mendaki gunung. Kamu akan trekking mengikuti jalur para biarawan yang telah berjalan menyusuri jalan di pegunungan semenanjung sejak ribuan tahun lalu. Kamu akan dikenalkan dengan Mire-iri, sebuah praktik melintasi jalur gunung suci dalam doa yang juga menjadi bagian dari kehidupan religius Kunisaki sejak abad ke-9. 

Tur ini akan berakhir di Yufuin, sebuah kota pasar kecil yang memiliki banyak sumber air panas atau onsen serta penginapan ryokan terbaik di Jepang. Nah, mana tur yang cocok untukmu?

#Growfearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓